Kue Keranjang Sebagai Simbol Harapan di Perayaan Imlek

  • 13 Feb 2026 02:48 WIB
  •  Medan

RRI.CO. ID, Medan - Kue keranjang menjadi sajian yang tak terpisahkan dari perayaan Tahun Baru Imlek. Di Indonesia, penganan ini kerap disebut sebagai dodol China. Dalam bahasa Mandarin, kue keranjang dikenal sebagai nian gao atau niangao, yang secara harfiah berarti “kue tahun”. Berbahan dasar tepung ketan dan gula, kue ini bukan sekadar hidangan penutup, melainkan simbol doa dan harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.

Mengutip China Highlights, pelafalan gao dalam nian gao terdengar serupa dengan kata yang berarti “tinggi”. Karena itu, kue ini dimaknai sebagai harapan akan peningkatan rezeki, kedudukan, serta pertumbuhan anak-anak yang semakin baik. Masyarakat Tionghoa meyakini, menyantap kue keranjang saat Imlek menjadi simbol doa agar kehidupan di tahun mendatang mengalami kenaikan dalam berbagai aspek.

Sejumlah legenda turut melatarbelakangi tradisi ini. Salah satunya berkisah tentang Dewa Dapur yang diyakini melaporkan perilaku setiap keluarga kepada Kaisar Langit di akhir tahun. Untuk “memaniskan” laporan tersebut, masyarakat mempersembahkan kue ketan manis agar sang dewa hanya menyampaikan hal-hal baik. Legenda lain berasal dari kisah Wu Zixu pada era Musim Semi dan Gugur sekitar 2.500 tahun lalu. Konon, fondasi tembok kota yang terbuat dari tepung beras ketan menjadi penyelamat rakyat dari kelaparan, dan dari sanalah niangao dipercaya bermula.

Secara filosofis, kue keranjang sarat makna. Bentuknya yang bulat melambangkan keutuhan dan kebersamaan keluarga. Teksturnya yang lengket dan kenyal menggambarkan eratnya persaudaraan, sementara rasa manisnya menjadi simbol sukacita. Susunan kue yang bertingkat saat disajikan mencerminkan harapan akan rezeki dan kemakmuran yang terus meningkat. Proses pembuatannya yang memakan waktu lama pun dimaknai sebagai wujud kesabaran dan ketekunan dalam meraih hasil terbaik.

Di berbagai daerah Tiongkok, kue keranjang memiliki variasi berbeda. Di wilayah utara, kue berwarna putih atau kuning kerap dikukus atau digoreng dengan tambahan jujube maupun pasta kacang merah. Di Shanghai dan kawasan Jiangnan, niangao bisa diolah gurih bersama daging dan sayuran. Sementara di Kanton, kue berwarna kuning tua dengan gula merah menjadi ciri khas, dan di Fujian atau Hokkien ditambahkan kacang serta biji-bijian. Meski beragam bentuk dan rasa, kue keranjang tetap menjadi simbol harapan, kemakmuran, dan kebersamaan dalam setiap perayaan Imlek.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....