Ekspor Perdana Kopi Sipirok ke Brunei Darussalam
- 03 Jul 2024 14:11 WIB
- Medan
KBRN, Medan: Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Sumatera Utara satuan pelayanan (satpel) Sibolga melayani pengajuan perdana ekspor Kopi Sipirok ke Brunei Darussalam. Total ada 7 kilogram ekspor kopi Sipirok ke Brunei Darussalam dari Pelabuhan Sibolga, Minggu (30/6/2024) lalu.
Petugas Karantina Sibolga, Prawira mengatakan kedatangan eksportir untuk menjelaskan persyaratan ekspor kopi dan memperkenalkan aplikasi PPK Online. Hal ini agar lebih mudah dalam melapor ke Karantina.
"Kopi yang akan diekspor adalah kopi luwak yang berasal dari Pesantren Darul Mursyid Sipirok," ucap Prawira, Selasa (2/7/2024).
Sementara selaku eksportir, Sucipto mengatakan kopi yang dihasilkan oleh Pondok Darul Mursyid (PDM) merupakan hasil dari kebun pribadi dan diolah sendiri. Bahkan pemasarannya dilakukan sendiri ke berbagai kota.
"PDM Coffee melalui kebun kopinya ingin mensejahterakan para petani kopi lokal untuk mengedepankan kopi Indonesia. PDM tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi sudah bertransformasi menjadi lembaga pemberdayaan ekonomi masyarakat," ujar Sucipto.
Lebih lanjut Sucipto menjelaskan, Kopi dari daerah Sipirok Sumatera Utara yang sudah terkenal rasa dan khas tersendiri. PDM Coffe juga telah meraih prestasi yang cukup banyak. Berbagai prestasi diantaranya Juara I Green Bean Competition pada ajang Festival Kopi Sumatera Utara pada 2019. Juara III Coffee Signature pada ajang Festival Kopi dan Pameran Kuliner Nusantara (Halal Food) 2019.
Kepala Karantina Sumatera Utara, N Prayatno Ginting, menyampaikan bahwa Koperasi PDM merupakan UMKM binaan klinik ekspor Karantina satpel Sibolga.
"Tujuh kilogram kopi biji yang akan di ekspor merupakan sampel ke negara tujuan. Semoga pengiriman ini sesuai dengan permintaan negara tujuan dan bisa berkelanjutan dan dengan volume yang lebih besar," kata Prawira.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....