Harga Gabah Petani di Sumut Turun pada Maret 2024

  • 02 Apr 2024 05:45 WIB
  •  Medan

KBRN,Medan: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) telah menggelar survei harga produsen gabah di Sumatera Utara pada Maret 2024, rata-rata harga gabah kering giling ditingkat penggilingan mengalami penurunan.

Kepada wartawan di Medan, Senin ( 1/4/2024), Kepala BPS Sumut Nurul Hasanudin menyebutkan hasil survei itu telah mencatat 141 observasi transaksi penjualan gabah di 13 kabupaten terpilih.

"Komposisi terbanyak didominasi gabah kering panen (GKP) sebanyak 92 observasi (65,25 panen), disusul gabah luar kualitas sebanyak 43 observasi (30,50 persen), dan gabah kering giling (GKG) sebanyak 6 observasi (4,26 persen). Ditingkat petani pada bulan Maret,harga gabah tertinggi senilai Rp.7.363 per kg berasal dari gabah kualitas GKG varietas Ciherang di Kabupaten Toba," kata Nurul.

Sedangkan harga terendah senilai Rp. 5.500 per kg berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang dan IR 64 di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura)

“Di tingkat penggilingan pada Maret, harga gabah tertinggi senilai Rp. 7.463 per kg berasal dari gabah kualitas GKG varietas Ciherang di Kabupaten Toba,” ujarnya.

Sedangkan harga terendah senilai Rp. 5.600 per kg berasal dari Gabah kualitas GKP varietas Ciherang dan IR 64 di Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Rata-rata harga gabah kelompok kualitas GKG di tingkat petani mengalami penurunan sebesar 3,71 persen dari Rp. 7.158 per kg pada Februari menjadi Rp. 6.892 per kg pada Maret.

“Kelompok kualitas GKP juga mengalami penurunan sebesar 1,23 persen dari bulan sebelumnya yaitu dari Rp. 6.208 per kg menjadi Rp. 6.131 per kg,” ujar Nurul.

Berikutnya ia mengungkapkan bahwa rata-rata harga gabah kelompok kualitas GKG di tingkat penggilingan mengalami penurunan sebesar 4,82 persen dari Rp. 7.320 per kg pada Februari menjadi Rp. 6.967 per kg pada Maret.

“Kelompok kualitas GKP juga mengalami penurunan sebesar 0,68 persen dari bulan sebelumnya yaitu dari Rp. 6.345 per kg menjadi Rp. 6.301 per kg,” ungkap Nurul Hasanudin.

Rekomendasi Berita