BioCNG Bangkitkan Suplai PLTGU, Ciptakan Pelopor Electrifying Lifestyle
- 04 Des 2025 14:22 WIB
- Medan
KBRN, Medan: Penghujung 2025, 'Bencana Sumatera' yang begitu dahsyat melanda sejumlah provinsi sejak satu pekan lalu, menimbulkan duka mendalam dan trauma, terutama bagi para korban terdampak. Khususnya yang bermukim di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Tidak hanya menimbulkan korban jiwa, bencana banjir bandang dan tanah longsor juga berdampak pada sejumlah fasilitas, termasuk pembangkit listrik yang terputus, tertimbun, bahkan hanyut terbawa arus air.
Kondisi ini adalah sebuah fenomena bahwa keberadaan Pembangkit Listrik Negara (PLN) menjadi garda terdepan bagi kehidupan manusia. Tidak hanya sebagai penerang, namun juga penyokong produktivitas masyarakat Indonesia secara utuh.
Di tengah kondisi duka cita, PLN Nusantara Power melalui PLTGU di Pulau Naga Putri Medan Belawan begitu sentral, karena menjadi penyuplai listrik terbesar di ketiga provinsi yang terdampak. Termasuk bagi wilayah Sumut yang mendapat suplai 30 persen dari PLTGU Pulau Naga Putri. Serta sebagian lainnya juga disuplay ke Provinsi Aceh.
Manager PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkit (UP) Belawan, Heni Setyo Handoko kepada RRI beberapa waktu lalu menjelaskan, total ada 7 Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap yang aktif beroperasi. Dari jumlah tersebut, empat mesin pembangkit merupakan PLTGU dan tiga lainnya adalah PLTU.
“Kemudian bicara masa kontribusi, jadi kalau kita presentasikan daya yang dari Belawan yang kita targetkan, karena sistem yang ada di Sumatera Utara itu kisaran 28% sampai 30%. Jadi memang sepertiga ya, cukup signifikan dan cukup strategis dalam mencukupi sistem kelistrikan khususnya untuk Sumatera Utara dan Aceh,” ujar Heni Setyo.

Heni mengatakan, dalam operasionalnya, PLTGU juga mendapat suplai energi biomethane compressed natural gas (bioCNG). Kehadiran bioCNG mendukung produksi listrik bersih sebesar 478 GWh per tahun. Kemudian penghematan bahan bakar setara Rp48 Miliar per tahun dan pengurangan emisi CO2 sebesar 80 ribu ton per tahun. Sekaligus mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.
“Ada pembangkit yang dikelola sama swasta yang ada di Unilever di Sei Mangkei. Kalau kita bicara PLN, kami yang pertama untuk di PLN yang memanfaatkan bioCNG yang berasal dari pengolahan limbah proses produksi dari sawit menjadi Pembangkit gas uap. Ada beberapa limbah ikutan produksi yang diolah menjadi gas-gas itu lah yang disuplai ke kami, kita kelola menjadi tenaga listrik,” ujarnya.

bioCNG Potensi Swasembada
PLTGU di UP Belawan memiliki kapasitas terpasang 1.184 MW dan menyumbang 10,96% pasokan listrik di Sumatera. Kemudian pada 2024 mampu menyuplai pasokan sebesar 30,75% di wilayah Sumatera Bagian Utara. Sepanjang 2024, capaian co-firing biomassa di pembangkit PLN mencapai 854 ribu MWh, dan targetnya akan meningkat dengan pemanfaatan bioCNG.
Heni mengatakan, Sumut merupakan salah satu sentra produksi kelapa sawit terbesar di Indonesia, termasuk Aceh, Pekanbaru, dan Jambi. Total, ada 327 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang tersebar di Sumut dan Aceh, sekaligus menciptakan banyak limbah cair olahan kelapa sawit.
PT KIS Biofuels Indonesia merupakan produsen dalam menghasilkan energi bioCNG. Energi bioCNG berasal dari limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) tersebut berfungsi sebagai bahan bakar alternatif pembangkit gas PLTGU sehingga menghasilkan energi listrik.
Kehadiran bioCNG sekaligus menggantikan fungsi gas alam pada pembangkit. Kandungan metana yang cukup tinggi mampu menekan emisi karbon sehingga menjadi energi bersih terbarukan sekaligus inovasi baru dalam wujudkan transisi energi nasional menuju Zero Emission di 2060.
bioCNG pertama kali sudah dilakukan ujicoba co-firing sebesar 5 persen oleh PLN Nusantara Power melalui PLTGU di Medan Belawan pada 14 Agustus 2025. Dari hasil ujicoba, bioCNG produksi dari PKS PT Ukindo Kabupaten Langkat ternyata mampu memberikan efektivitas dan keamanan.
Tercatat, saat ini PT KIS Biofuels Indonesia telah memiliki tiga pabrik bioCNG di Sumatera Utara. Ketiganya, yakni PKS PT Ukindo di Kabupaten Langkat, PT Tasik Raja di Labuhan Batu Selatan, dan PT Tolan Tiga Indonesia di Rantau Prapat.

Head legal KIS Biofuels Indonesia, Yasmine Surachman Umar, mengatakan PLN UP PLTGU Belawan menjadi salah satu konsumen yang telah menjalin kerja sama sejak 22 September 2025.
"Saat ini, off take kami adalah Unilever oleochemical berada di Zei Mangke. Sumut bukan hanya memiliki potensi feedstock tapi juga banyaknya industri, salah satu yang terbesar adl PLN UP Belawan," kata Yasmine kepada RRI, Rabu (3/12/2025).
Wanita yang menjabat Ketua Masyarakat Biometana Indonesia tersebut mengatakan, bioCNG yang diproduksi berupa energi berbentuk gas yang didistribusikan menggunakan Gas Transport Module (GTM). Saat ini, PT KIS Biofuels Indonesia masih memenuhi kebutuhan Unilever oleochemical dan masih ada beberapa pabrik lagi yang dibangun guna memenuhi kontrak bersama pelanggan.
"Kami membangun BioCNG plant per pelanggan, setiap BioCNG plant akan kami bangun kan plant tersendiri, sehingga tidak menggangu satu sama lain. Dengan PLN kami sudah MOU dan saat ini sedang membuat studi kelayakan, harapan nya dapat selesai di akhir tahun," ujarnya.

Yasmine menjelaskan, pabrik bioCNG di PKS ukindo perhari bisa memproduksi 300 - 350 mmbtu. Begitu juga PT Tasik Raja mampu memproduksi 500-520 mmbtu perhari dan PT Tolan Tiga Indonesia juga mampu memproduksi 275 - 300 mmbtu/hari.
"Metana menyumbang gas emisi rumah kaca di urutan kedua, project BioCNG plant adalah menangkap metana (methane capture). Project ini menyelamatkan lingkungan, menyumbang besar penurunan GRK, project ini juga dapat menjadikan Indonesia swasembada energi," kata Yasmine.

Dikatakan Yasmine, hadirnya bioCNG juga mampu mengurangi produksi CO2 rata-rata pertahun mencapai 50.000 - 55000 ton per pabrik. Sehingga, tiga pabrik mampu mengurangi produksi CO2 hingga 165.000 ton per tahun.
"Kami akan membangun BioCNG plant di daerah-daerah yang memiliki feedstock, seperti di Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi dengan menggunakan limbah POME. Sementara di daerah yang tidak memiliki perkebunan sawit, kami akan menggunakan limbah dari gula, jerami, limbah kertas dan kotoran sapi dan limbah organik," ujar Yasmine.

SPKLU dan KOMET Pelopor Electrifying Lifestyle
Energi listrik yang didistribusikan oleh PLTGU Pulau Naga Putri, juga dimanfaatkan untuk operasional Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Keberadaan SPKLU menjadi magnet bagi perkembangan era saat ini, termasuk bagi dunia otomotif. Terutama dalam mengembangkan transportasi massal berbasis listrik (bus) maupun kendaraan pribadi.
SPKLU menjadi sumber utama energi bagi transportasi listrik yang lebih ramah lingkungan serta mewujudkan swasembada energi nasional. Sekaligus mendukung ekosistem kendaraan listrik atau transisi energi nasional ramah lingkungan menuju Net Zero Emission di 2060.

Dalam bidang transportasi massal bus listrik di Kota Medan misalnya, merupakan dukungan dan peran PLN dalam mendukung electrifying Lifestyle untuk masa depan berkelanjutan. Dalam operasionalnya, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara menggandeng pengembang menyediakan SPKLU tersendiri di shelter bus listrik.

Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN (Persero) UID Sumatera Utara, Surya Sahputra kepada RRI, Selasa (2/12/2025), menjelaskan saat ini SPKLU berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) belum ada karena apabila menggunakan EBT seperti tenaga surya maka akan membutuhkan baterai dengan kapasitas besar. Namun, pihaknya mengatakan saat ini di Sumut sudah menyuplai 44 persen pembangkit dari energi terbarukan. Diantaranya yang paling fenomenal saat ini adalah energi BioCNG.
"Menjawab tantangan tersebut PLN meningkatkan bauran EBT pada sisi pembangkit. Saat ini, sudah 44 % dari pembangkit yang ada itu disuplai oleh pembangkit dengan energi terbarukan, dengan kata lain SPKLU saat ini sudah didukung oleh energi terbarukan," ucapnya.

Hadinya SPKLU, juga memberi jaminan produktifitas massal kendaraan listrik. Dengan demikian, lambat laun penggunaan mobil berbasis listrik akan terus meluas tidak hanya sebagai lifestyle, tapi juga menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat luas.
"Dengan adanya SPKLU di berbagai lokasi dan kemudahan serta kecepatan layanan, maka masyarakat tidak akan ragu menggunakan mobil listrik dikarenakan mudahnya mendapat suplai listrik untuk kebutuhan berkendara," ujarnya.
Guna mendukung ekosistem electrifying lifestyle, PLN juga menggandeng sejumlah komunitas atau kelompok masyarakat yang sering terlibat dalam mendukung ekosistem Kendaraan listrik. Diantaranya komunitas sepeda motor listrik melalui kegiatan touring bersama dari jalur kota menuju lokasi wisata. Hal itu sebagai bentuk kampanye kepada masyarakat dan pengguna kendaraan lain betapa nyaman dan aman menggunakan kendaraan listrik.
"Ada beberapa komunitas seperti Komet, Electric Vehicle Community (EVC) Pematangsiantar tujuannya menggalakkan kampanye penggunaan EV dan mendukung NZE 2060," katanya.
Selain itu, berbagai contoh kegiatan atau peran pihak PLN dalam penerapan program electrifying lifestyle terus digencarkan. Mulai dari sektor pendidikan, sosial dan rumah tangga, hingga masyarakat di kawasan Pesisir dan daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
"Kita melakukan pemasangan Super SUN untuk sekolah-sekolah yang berada di 3T, bantuan untuk digitalisasi sekolah, pertanian, perikanan. Mulai dari komputer, peralatan penelitian, pengolahan hasil tanam berbasis listrik, hingga penyimpanan ikan berbasis listrik," katanya.
Sementara, Ketua KOMET, Yontoro Sutjiono usai kegiatan touring di seputaran kawasan wisata Medan-Brastagi pada Minggu (23/10/2025) mengatakan kehadiran SPKLU di sejumlah lokasi tentu mempermudah bagi ia dan anggota komunitas selama menempuh perjalanan jauh. Yontoro mengaku, kegiatan touring yang dilakukan PLN bersama KOMET bagian dari beberapa rencana kegiatan lain tentu dalam rangka mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa kendaraan listrik aman, nyaman, dan efisien digunakan untuk jangka panjang.
"Perjalanan kali ini menjadi bukti nyata bahwa jaringan SPKLU PLN semakin berkembang dan siap mendukung mobilitas kendaraan listrik di Sumatera Utara. Kami harap ke depan, SPKLU roda dua semakin banyak di Sumatera Utara," katanya.

PT PLN (Persero) UID Sumatera Utara mencatat, hingga awal Desember 2025, SPKLU di Sumatera Utara yang telah beroperasi sudah mencapai 76 unit dan tersebar di 57 lokasi. Diantaranya, pusat perbelanjaan (SPKLU Cambridge City), hotel (SPKLU Santika, Emerald), lokasi wisata (SPKLU Hillpark), apartement (SPKLU City View), perbankan (SPKLU Bank Sumut), hingga pusat olahraga (SPKLU Sport Centre Medan).
Dalam konteks wilayah, tersebar di 10 PLN UP3, diantaranya UP3 Medan, UP3 Medan Utara, UP3 Binjai, UP3 Bukit Barisan, UP3 Rantau Prapat, UP3 Pematangsiantar. Kemudian UP3 Sibolga, UP3 Lubuk Pakam, UP3 Padangsidimpuan, dan UP3 Nias.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....