Menko Airlangga Pantau Sembako di Pusat Pasar Medan

  • 24 Des 2022 16:19 WIB
  •  Medan

KBRN, Medan : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengunjungi Pusat Pasar Medan, pada H-1Natal, Sabtu (24/12/2022). Selain mengecek harga sejumlah bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022/2023, Airlangga juga menawarkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke pedagang di Pusat Pasar Medan.

Airlangga menanyakan langsung ke sejumlah pedagang di Pusat Pasar Medan terkait ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjelang Nataru. Mulai dari harga komoditas cabai, telur dan lainnya.

"Untuk harga cabai merah saat ini berfluktuasi Pak. Kemarin harganya sempat naik sekitar Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram, namun kini turun di posisi Rp30.000 per kilogram," kata pedagang cabai, Dani ketika ditanya Airlangga.

Dani menuturkan, untuk pasokan masih stabil meskipun menjelang Natal ini pasokan tidak terlalu banyak seperti pekan lalu karena banyak petani di Tanah Karo yang sudah tidak berkebun karena mau merayakan Natal.

" Untuk pasokan cabai merah saat ini hanya sekitar 50 hingga 60 kilogram per hari karena pembeli pun sudah tidak terlalu ramai menjelang Natal," kata Dani.

Selain berkunjung ke pedagang cabai, Menko Airlangga juga mengunjungi pedagang telur ayam. Pedagang telur, Roni mengungkapkan, harga telur ayam sudah bertahan mahal hampir dua pekan ini karena pasokan barang dari peternak juga menurun.

"Harga telur berkisar dari Rp1.700 hingga Rp1.800 per butir Pak. Harganya naik dari sebelumnya Rp1.500 hingga Rp1.600 per butir. Untuk pasokan barang kini hanya sekitar 1.000 hingga 1.500 butir telur per hari," ujarnya.

Usai mengecek sejumlah harga, Airlangga megatakan bahwa harga bahan pokok semuanya stabil. Baik cabai merah, beras juga minyak goreng.

"Tadi kita juga menyerahkan KUR ke pedagang. Jadi, untuk diketahui bahwa KUR ini tersedia untuk bapak/ibu pedagang sekalian. Baik dari Bank Mandiri, BRI, Bank Sumut, BSI, Jamkrindo dan Askindo," ucapnya.

Disebutkan Airlangga, KUR senilai Rp10 juta bunganya hanya 3% per tahun. Lalu KUR Rp10-RP100 juta tidak pakai agunan dan bunganya hanya 6% satu tahun. Kemudian, untuk KUR senilai Rp100-Rp500 juta diminta agunan tambahan dengan bunga 6%.

"Siapa yang mau? Kalau mau turun ke sini?," kata Airlangga kepada pedagang.

Ia menuturkan, tahun ini pemerintah menyiapkan dana untuk KUR Rp337 trilun dan hingga akhir tahun ini sudah 90% dilaksanakan. Tahun depan ditambah menjadi Rp450 triliun.

"Jadi kalau seluruh pedagang pasar minta bantuan kredit plafonnya masih cukup," ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....