Wajah TNI Mengalami Transformasi Selama 81 Tahun
- 05 Okt 2026 17:13 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Dialog Interaktif Aspirasi Sumut di Programa 1 LPP RRI Medan FM 94,3 MHz. Senin (5/10/2026) pagi, membahas perjalanan panjang Tentara Nasional Indonesia yang genap berusia 81 tahun, dengan menghadirkan narasumber Dr. Bakhrul Khair Amal, M.Si. (Dosen Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan) dan Fredick Broven Ekayanta (Dosen Ilmu Politik FISIP USU). Selama delapan dekade lebih, TNI telah mengalami transformasi peran dari masa perjuangan kemerdekaan hingga menjadi kekuatan pertahanan modern yang profesional dan dicintai rakyat. Dua narasumber akademisi dari Universitas Negeri Medan dan USU mengulas dinamika wajah TNI dari perspektif sosial dan politik.
“ Perubahan citra TNI di mata masyarakat. Menurutnya, TNI saat ini semakin humanis dan dekat dengan rakyat melalui berbagai program teritorial seperti TMMD, tanggap bencana, dan pendampingan pertanian. Jika dulu TNI identik dengan pendekatan militeristik, kini TNI menunjukkan wajah baru yang lebih mengedepankan dialog, pengabdian, dan kemanunggalan dengan rakyat. Ia menilai kepercayaan publik terhadap TNI yang masih tinggi merupakan modal sosial yang harus terus dijaga dengan profesionalisme dan netralitas, “ ujar Bakhrul Khair.
Sedangkan Fredick meninjau peran TNI dari aspek politik dan ketatanegaraan. Ia menegaskan bahwa dalam sistem demokrasi, TNI harus tetap berada di koridor pertahanan negara dan tidak masuk ke ranah politik praktis. Selama 81 tahun, TNI telah belajar dari sejarah, mulai dari dwifungsi ABRI hingga reformasi yang menempatkan TNI sebagai alat negara yang profesional. Fredick menekankan pentingnya menjaga netralitas TNI dalam setiap kontestasi politik serta penguatan supremasi sipil. Menurutnya, TNI yang kuat adalah TNI yang fokus pada modernisasi alutsista, peningkatan SDM, dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman siber serta geopolitik.
Kedua narasumber sepakat bahwa tantangan TNI di masa depan semakin kompleks, tidak hanya perang konvensional tetapi juga perang asimetris, bencana alam, dan keamanan perbatasan. Sinergi antara TNI, pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil menjadi kunci untuk menjaga kedaulatan NKRI. Profesionalisme, loyalitas kepada negara, dan kedekatan dengan rakyat harus menjadi identitas utama TNI.
Diakhir dialog narasumber memberikan kesimpulan bahwa 81 tahun perjalanan TNI merupakan cerminan dedikasi tanpa henti dalam menjaga keutuhan bangsa. Wajah TNI yang humanis, profesional, dan dicintai rakyat harus terus diperkuat. Program Dialog Aspirasi Sumut ini menegaskan bahwa TNI yang kuat bersama rakyat adalah pilar utama ketahanan nasional Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....