Dampak Narkoba terhadap Kriminalitas, Pengamat: Ini Lingkaran Setan
- 05 Jul 2023 15:58 WIB
- Medan
KBRN,
Medan: Tingkat kriminalitas atau kejahatan jalanan di Kota Medan semakin
memprihatinkan akhir-akhir ini, dengan jatuhnya korban jiwa. Tingginya
kriminalitas jalanan ini disebut erat kaitannya dengan penyalahgunaan narkotika
yang tinggi di Sumatera Utara (Sumut), khususnya Kota Medan.
Pengamat Sosial Sumut, Iskandar Zulkarnain, mengatakan penggunaan atau penyalahgunaan narkoba berkorelasi positif dengan tindakan kriminal, termasuk kriminalitas di jalan raya. Hal itu disebabkan tindakan yang dilakukan sudah diluar nalar atau kesadaran.
“Dengan narkoba itu mereka jadi candu. Untuk menghilangkan kecanduan narkoba tadi, mereka harus mendapatkan uang untuk membelinya. Kemudian kalau sudah beli, mereka menjadi tidak sadar, keberaniannya tinggi, jadi membacok orang, menganiaya orang, membunuh orang, itu sudah tidak mereka pertimbangkan lagi,” ujarnya kepada RRI di Medan, Selasa (4/7/2023).
Menurut Iskandar, dari perspektif ilmu komunikasi, era digital informasi saat ini menjadi penyebab anak-anak muda tertarik mengonsumsi narkoba.
“Dengan pergerakan informasi sangat cepat, orang bisa memperoleh informasi dari banyak sumber dan dari informasi itu. Secara psikologi komunikasi, informasi yang baru itu mengunggah rasa ingin tahu, dari rasa ingin tahu naik nanti meningkat kepada rasa ingin mencoba, mempraktikkannya, mengaplikasikannya,” ucapnya.
Begitu juga dengan kecanduan atau perkembangan narkoba yang semakin cepat, menurut Dosen Program Doktor dan Magister Ilmu Komunikasi FISIP USU ini, banyak informasi yang beredar bahwa narkoba bisa menghilangkan stres dan membuat hidup lebih senang.
“Informasi-informasi yang salah ini mengakibatkan mereka dari tahu, ingin tahu, kemudian ingin mencoba sampai akhirnya melakukan. Setelah melakukan, sifat narkoba yang addict atau candu itu, mereka susah melepaskan diri lagi dan akibat pengaruh narkoba itu, mereka di luar kesadaran sehingga bertindak macam-macam di luar norma-norma, nilai-nilai sosial termasuk juga di luar nilai-nilai kesehatan norma hukum. Jadi ini merupakan satu lingkaran setan kalau kita menyebutnya sebagai vicious circle,” katanya.
Dikatakan Iskandar, diperlukan duduk bersama antarskateholders terkait, untuk mendiskusikan solusi terbaik atas masalah ini.
“Jadi enggak bisa hanya diserahkan kepada, misalnya Polri sebagai penyidik yang resmi bertanggung jawab untuk menghilangkan kriminal. Tokoh-tokoh masyarakat yang mewakili masyarakat juga harus duduk. Kemudian pemerintah juga melalui dinas sosial, BNN bagaimana juga harus ikut duduk, misalnya untuk visi mereka melakukan literasi atau pendidikan terhadap para generasi muda ini, kemudian dari kehakiman,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....