Pemerintah Mewujudkan Pendidikan Gratis yang Berkeadilan
- 30 Sep 2026 12:17 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Dialog Interaktif Aspirasi Sumut di Programa 1 LPP RRI Medan FM 94,3 MHz. Rabu ( 30/9/2026 ) pagi, membahas program sekolah gratis dan upaya mewujudkan pendidikan yang berkeadilan di Sumatera Utara, bersama dengan narasumber Prof. Dr. Muhammad Fitri Rahmadana, M.Si (Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Perencanaan Wilayah dan Pembangunan Daerah FE Unimed) dan Dr. Mansyur Hidayat Pasaribu, M.Pd (Ketua Serikat Guru Indonesia Kab. Deli Serdang). Diawal dialog dibahas program sekolah gratis menjadi harapan besar bagi masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak tanpa terbebani biaya. Namun di lapangan, masih banyak tantangan seperti pungutan liar, ketimpangan kualitas sekolah, dan kesejahteraan guru. Dua narasumber dari unsur akademisi dan organisasi guru memberikan pandangan kritis dan solutif.
“ Aspek ekonomi dan kebijakan dari program sekolah gratis. Menurutnya, pendidikan gratis tidak boleh dimaknai sebagai pendidikan tanpa biaya sama sekali, tetapi negara hadir menanggung biaya dasar agar tidak membebani peserta didik. Ia menekankan pentingnya perencanaan anggaran yang tepat sasaran dan transparan. Jika dikelola dengan baik, sekolah gratis dapat meningkatkan angka partisipasi sekolah dan mengurangi angka putus sekolah. Ia juga mengingatkan agar bantuan operasional sekolah disalurkan tepat waktu dan merata hingga ke daerah terpencil, “ ungkap M. Fitri.
Sedangkan Mansyur Hidayat Pasaribu menyoroti realitas di lapangan, sekolah gratis akan sia-sia jika kualitas guru dan fasilitas tidak ditingkatkan. Banyak sekolah di daerah yang masih kekurangan guru tetap, ruang kelas rusak, dan minim sarana belajar. Selain itu, kesejahteraan guru honorer yang masih rendah menjadi penghambat utama. Mansyur menegaskan bahwa keadilan pendidikan berarti semua anak, baik di kota maupun desa, mendapat layanan pendidikan dengan kualitas yang sama. Ia mendorong pemerintah untuk melakukan pemerataan guru dan pengawasan ketat terhadap praktik pungutan berkedok sumbangan.
Kedua narasumber sepakat bahwa pendidikan berkeadilan membutuhkan sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Pemerintah daerah harus memastikan regulasi sekolah gratis dijalankan secara konsisten dan tidak hanya menjadi jargon politik. Penguatan pengawasan, peningkatan kompetensi guru, dan penyediaan infrastruktur yang memadai menjadi kunci keberhasilan.
Diakhir dialog narasumber memberikan kesimpulan bahwa sekolah gratis merupakan langkah awal menuju keadilan pendidikan, namun harus dibarengi dengan pemerataan mutu. Dialog ini menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi Sumatera Utara. Dengan komitmen bersama, cita-cita pendidikan yang inklusif dan berkeadilan dapat terwujud.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....