Wisata Mangrove SM Karang Kading Berkembang, 76 Wisatawan Mancanagera Berkunjung
- 30 Sep 2026 09:16 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Di desa Tanjung Ibus Kecamatan Secanggang Kabupaten langkat Sumatera Utara telah hadir Ekowisata Mangrove Suaka Margasatwa (SM) Karang Kading langkat timur laut yang semakin berkembang. Wisata Mangrove ini kini sudah dikunjungi wisatawan Domestik maupun Mancanegara.
Ekowisata Mangrove Suaka Margasatwa (SM) Karang Kading merupakan kawasan hutan lindung. Kemudian dikelola resmi dari kelompok Tani Hutan (KTH) Mangrove Sejahtera Binaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara.
Menuju Lokasi Ekowisata Mangrove Suaka Margasatwa (SM) Karang Kading menempuh waktu sekitar setengah jam perjalanan. Akses jalan utama menelusuri sungai menggunakan sampan tradisional warga dari tangkahan Dermaga Pematang buluh.
Di tangkahan Dermaga pematang buluh juga tersedia pelayanan bagi wisatawan yang ingin berkunjung. Dimulai dari loket tiket wisata hingga sarana dan prasarana pendukung lainnya yang telah disediakan pihak terkait di Barakah Homestay dan Cafe.
"Dalam setahun terakhir ini, kita kedatangan masyarakat lokal dan mendatangkan sebanyak 76 wisatawan mancanegara bersama rombongan, dari negara Amerika, Australia, Selandia Baru , Kroasia, Prancis, Inggris , Jerman hingga Spanyol. Pengunjung dari Spanyol sudah datang tiga kali, kita mendapatkan EO tersendiri. Kedatangan mereka karena tertarik atas Satwa dan tumbuh - tumbuhan yang ada dikawasan ekowisata mangrove ini " kata Ketua KTH Mangrove Sejahtera, Aliandi Sahputra saat menerima kunjungan Tim Wartawan dan BBKSDA Sumut, Selasa, 29 September 2026.
Ia menambahkan wisata mangrove SM Karang Kading langkat, wisatawan mancanegara banyak tertarik. Ketertarikan mereka khususnya terhadap kekayaan tumbuhan, satwa, biota laut, mengetahui edukasi mangrove dan sebagainya. Semua itu berkat dukungan dari BBKSDA Sumatera Utara yang dapat mendukung kelestarian wisata dan pemulihan ekosistem mangrove.
Ia menegaskan, selama perjalanan menyusuri sungai pematang buluh menuju ekowisata mangrove SM selain satwa dan tumbuhan, para wisatawan juga berkeinginan melihat kehidupan dan pencarian nelayan lokal. Beserta alat tangkap ikannya.
"Diperjalanan sekaligus juga mereka melihat daerah Tanjung keramat sungai pertemuan dua kecamatan. Sungai menuju Kacamatan Secanggang dan sungai menuju Kecamatan tanjungpura. Disini terjadi abrasi dan sedimentasi sehingga membuat menarik dan menjadi bagian kajian - kajian sejumlah wisatawan tersebut" ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa tidak hanya terlihat di perjalanan akan tetapi bermacam - macam jenis pohon mangrove,satwa dan biota laut lainnya juga dapat dilihat di daerah lokasi object wisata SM Karang Kading dan sekitar jika sampai tujuan. Diantaranya, burung elang, Burung tung - tung laut , burung Belangabluo, Krongkong Blangkas, dan berbagai keunikan lainya masing-masing
Terkait Konservasi dan rehabilitasi ekosistem mangrove tersebut pihaknya selama ini juga diberikan pengetahuan dan bimbingan dari BBKSDA Sumut, sehingga mereka mengetahui lebih mendalam terkait manfaat dan potensinya. Dimulai dari pembibitan, penanaman, perawatan pohon mangrove, hingga pengelolaan wisata.
"Pengunjung juga kita ajak tanam pohon. Kita Kelompok Tani hutan mangrove sejahtera terus disuport BBKSDA sampai sekarang demi hutan yang lestari dan masyarakat setempatnya yang sejahtera," ujarnya.
Sementara, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani, mengatakan wisata mangrove Suaka Margasatwa (SM) Karang Kading langkat timur laut memang satu satu kawasan konservasi yang berada dikawasan pesisir pantai timur Sumatera Utara dengan luas sekitar 14.000 hektar.
Ia menyebutkan dari luas tersebut beberapa Lokasi memang ternyata menarik untuk dijadikan objek dan daya tarik bagi wisatawan untuk menyusur Mangrove hingga pengamatan satwa.
"Sebelumnya beberapa waktu yang lalu pihaknya hanya fokus melakukan pemulihan ekosistem mangrove, untuk memulihkan beberapa lokasi yang telah terdegradasi. Kemudian kita pulihkan dengan menanam," ucapnya.
Ia menambahkan bahwa saat itu, mereka mengajak kelompok masyarakat secara bersama- bersama untuk menanam demi kesejahteraan. Pasca itu kelompok tani hutan Mangrove sejahtera mengusulkan untuk mengembangkannya menjadikan wisata alam tersebut.
"Kemudian usulan ini terealisasi sehingga menjadi wisata mangrove. Disamping itu BPKSDA juga melakukan pendampingan, kegiatan -kegiatan sekolah lapang, meningkatkan kapasitas bagi kelompok, hingga Investasi. Hal ini demi meningkatkan kualitas kegiatan wisata alamnya," ujarnya.
Ia menerangkan sejauh ini atas perkembangan dan keberadaan wisata mangrove mendapatkan dukungan dan berdampak positif bagi warga. Warga dapat melakukan aktivitas lainnya sehingga menambah Perekonomian. Wisata mangrove sudah dikunjungi masyarakat lokal dan sebagian besar dari mancanegara.
"Tentunya kedepan kita berharap ini bisa berkembang. Perkembangannya dengan lebih memberikan manfaat," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....