Ratusan Peserta Ikuti Pembuatan Kalung Etnik Karo

  • 28 Sep 2026 14:21 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Para peserta akhirnya berhasil membuat aksesoris Etnik Karo, Kalung Etnik Karo Motif Bekabuluh yang dibentuk berbagai Model. Keberhasilan ini saat peserta mengikuti Workshop yang digelar Moria Klasis Medan Deli Tua di Gereja GBKP Bambu Raya, Sabtu, 26 September 2026.

Pelaksanaan Workshop Pembuatan Aksesoris Etnik Karo diikuti sebanyak 100 peserta yang dibagi menjadi 10 kelompok. Setiap kelompok membuat tiga kalung Etnik Karo motif Bekabuluh dari berbagai model yang di pandu Narasumber EL Samaria Fashion dan Galerry Medan.

Ketua Moria Klasis Medan Deli Tua, Lenni Friska Br Surbakti mengatakan digelarnya kegiatan sebagai komitmen dalam membudayakan dan melestarikan Etnik Karo. Selain itu juga sekaligus untuk meningkatkan keterampilan serta pemberdayaan perekonomian pelaku UMKM khususnya yang tergabung dalam Moria Klasis Medan Deli Tua.

"Kita ada program UMKM di Moria Klasis Medan Deli Tua. Dulu kita pernah mengadakan kegiatan sosialisasi UMKM. Sekarang kita mengadakan Implementasi melalui pelatihan pembuatan Aksesoris Etnik Karo ini," kata Lenni.

Ia menambahkan, peserta yang mengikuti pelatihan berasal dari berbagai runggun - runggun yang berada di Moria Klasis Medan Deli Tua. Ia apresiasi seluruh peserta sangat antusias mengikuti acara, terutama narasumber yang telah semangat memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi UMKM khususnya dalam pembuatan aksesoris kalung tersebut.

"Semoga para Pelaku UMKM kita dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh dan semakin dapat memantapkannya kembali. Hal Ini demi meningkatkan perekonomian dan pengembangan wawasan UMKM yang lebih baik. Baik bagi pribadi maupun kelompok," ujarnya.

Ketua pelaksana kegiatan, juga selaku kepala bidang III UMKM Moria Klasis Medan Deli Tua, Benaria Br. Pinem mengatakan pada tahun 2026 pengurus Moria Klasis Medan menggelar sebanyak dua program. Program pertama sosialisasi UMKM dan kedua pelatihan pembuatan Aksesoris Budaya Karo tersebut.

"Kami pengurus Moria Klasis Medan Deli tua ada 34 runggun yang akan kami bimbing. Jadi pelatihan yang kami buat untuk tahun 2026 sebanyak dua program. Program Pertama sosialisasi UMKM dan kedua pelatihan pembuatan Aksesoris dari Budaya Karo pada hari ini," kata Benaria.

Ia menambahkan dalam pelaksanaan pelatihan itu mereka membuat kalung Jenis Aksesoris yang digunakan Budaya Karo. Kalung tersebut berbahan dasar Bekabuluh yang dibuat berbagai bentuk dan model.

Ia menyebutkan pihaknya dari pengurus Moria Klasis merasa bangga bekerjasama dengan EL Samaria. Berkomitmen untuk terus menjalin sinergi kedepannya. "EL Samaria sudah termasuk Pelaku UMKM yang berhasil di Kota Medan, " ujarnya.

Sementara, EL Samaria mengapresiasi dan merasa senang atas kegiatan. Bahwa jumlah peserta yang mengikuti pelatihan sangat antusias sehingga mencapai sebanyak 100 orang.

"Terdaftar sama saya 50 orang. Ternyata ketika hari pelaksanaan, peserta yang datang hingga 100 orang. Terima kasih. Mereka juga benar - benar ingin tahu cara pembuatan kalung dan cepat untuk mengetahuinya," kata EL.

Ia menambahkan sampai saat ini brandnya telah menciptakan sebanyak 1700 kalung etnik berfokus dari berbagai wastra (Kain Tradisional) dari Batik, Tenun NTT, Ulos Toba, Simalungun hingga Karo. kemudian dituangkan ke dalam produk mode kreatif seperti kalung, Tas, bros antik dan sebagainya.

"Kita membuat kreatifitas seperti ini untuk melestarikan budaya bangsa. Model kain daerah selalu menghadirkan yang baru, Kain model lama juga kita manfaatkan dan budayakan," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....