Ketum PB Al Washliyah Lantik Pejabat Perguruan Tinggi, Tekankan Integritas

  • 16 Sep 2026 14:20 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan — Pengurus Besar (PB) Al Washliyah resmi melantik sejumlah pejabat strategis di lingkungan perguruan tinggi dan sekolah tinggi Al Washliyah. Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Universitas Alwashliyah Medan, Senin 14 September 2026.

Pelantikan dipimpin langsung Ketua Umum (Ketum) PB Al Washliyah Dr. KH. Masyhuril Khamis, didampingi Sekretaris Jenderal PB Al Washliyah Prof. Saifuddin Herlambang, Bendahara Umum serta Wakil Ketua Umum PB Al Washliyah.

Sejumlah pejabat yang dilantik untuk menjalankan amanah hingga 2029 antara lain Yumira Simamora, sebagai Wakil Rektor I Universitas Alwashliyah Medan dan H.M. Natsir sebagai Wakil Rektor II. Selain itu, pelantikan juga mencakup jajaran pimpinan STIT Al Washliyah Binjai, pimpinan Institut Bisnis dan Teknologi (IBT) Al Washliyah Tapanuli Tengah, serta jajaran Badan Pengurus Harian (BPH) Universitas Alwashliyah Medan dan BPH Universitas Al Washliyah Labuhanbatu.

Untuk IBT Al Washliyah Tapteng periode 2025–2029, pejabat yang dilantik yakni Mansur Tanjung sebagai Rektor, Yuni Sofiana sebagai Wakil Rektor I, dan M. Sofwan Koto sebagai Wakil Rektor II. Sementara untuk STIT Al Washliyah Binjai, turut dilantik Hayat Syah.

Masyhuril Khamis meminta seluruh pejabat yang baru dilantik segera bekerja dan merealisasikan amanah yang telah diberikan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai dan warisan keilmuan para ulama pendiri Al Washliyah.

Para pimpinan di lingkungan perguruan tinggi Al Washliyah diharapkannya mampu menjadikan siddiq dan amanah sebagai landasan integritas. Pengurus juga diharapkan tabligh dan fathonah, sebagai bagian dari kapabilitas kepemimpinan.

Selain penguatan tata kelola, perhatian juga diarahkannya pada penataan lingkungan kampus. Kampus Al Washliyah diharapkan memiliki suasana yang lebih asri, bersih dan indah sehingga dapat mencerminkan nilai-nilai positif serta menjadi bagian dari identitas perguruan tinggi.

Ia juga mendorong penguatan sintesis antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum. Langkah tersebut dinilai penting untuk melahirkan lulusan yang memiliki karakter Al Washliyah sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Di tengah perubahan dan perkembangan dunia pendidikan, Ia turut mendorong akselerasi modernisasi perguruan tinggi agar kampus-kampus Al Washliyah semakin adaptif dalam menghadapi tantangan dan kebutuhan bangsa.

Rektor UNIVA Medan Prof. Saiful Akhyar Lubis, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan pelantikan tersebut. Menurutnya, pelantikan bukan sekadar seremoni pergantian atau pengukuhan jabatan, tetapi merupakan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pimpinan dalam menjalankan amanah organisasi dan meningkatkan kualitas lembaga pendidikan Al Washliyah.

“Pelantikan ini merupakan amanah besar yang harus dijawab dengan kerja nyata. Para pejabat yang baru dilantik memiliki tanggung jawab untuk membawa lembaga masing-masing semakin maju, profesional dan mampu memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik,” kata Saiful usai pelantikan.

Ia menilai arahan Ketua Umum PB Al Washliyah mengenai integritas dan kapabilitas merupakan fondasi penting dalam menjalankan kepemimpinan perguruan tinggi.

“Integritas harus menjadi dasar dalam setiap pengambilan keputusan, sementara kapabilitas harus terus ditingkatkan. Nilai siddiq, amanah, tabligh dan fathonah sangat relevan untuk menjadi pedoman dalam mengelola lembaga pendidikan,” ucapnya.

Ia juga menyambut baik perhatian PB Al Washliyah terhadap penataan lingkungan kampus agar lebih asri dan nyaman. Menurutnya, lingkungan pendidikan yang bersih, tertata dan indah dapat mendukung terciptanya suasana akademik yang kondusif bagi mahasiswa maupun dosen.

“Kampus bukan hanya tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga ruang untuk membentuk karakter. Karena itu, lingkungan yang asri, bersih dan tertata harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya

Saiful menegaskan perguruan tinggi Al Washliyah harus mampu memadukan kekuatan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan umum, serta mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri organisasi.

“Modernisasi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai Al Washliyah. Kita ingin melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi, berkarakter, berakhlak dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa dan negara,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....