Pakar Mendiskusikan Penanganan Masalah Banjir Medan

  • 18 Sep 2026 13:38 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Dialog Interaktif Aspirasi Sumut di Programa 1 LPP RRI Medan FM 94,3 MHz. Senin ( 14/9/2026 ) pagi, membahas tantangan dan solusi penanganan banjir di Kota Medan. Menghadirkan narasumber Renville P Napitupulu (Anggota Komisi IV DPRD Medan) dan Jaka Kelana Damanik, S.H., M.H. (Manager Advokasi & Kampanye WALHI Sumut) membahas kekhawatiran masyarakat terhadap bencana banjir tahunan yang merugikan warga. Pemerintah Kota Medan dinilai belum berhasil menyelesaikan persoalan luapan air sungai dan buruknya sistem drainase kota secara tuntas.

“ Berbagai kendala teknis dan anggaran yang dihadapi pemerintah daerah dalam menangani banjir. Beliau menegaskan bahwa Pemerintah Kota Medan tidak dapat bekerja sendiri tanpa bantuan kementerian terkait. Selain itu, pihak DPRD Medan menyoroti lemahnya koordinasi antara Pemko Medan dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II dalam mengeruk sedimentasi sungai, “ ungkap Napitupulu

Napitupulu juga menekankan pentingnya pengadaan alat berat amphibi untuk mempermudah pengerukan saluran air dan sungai secara berkala. Beliau mengkritik efisiensi anggaran daerah yang dinilai belum memprioritaskan pembelian infrastruktur pendukung penanganan banjir. Pengawasan terhadap proyek drainase pemukiman warga juga harus ditingkatkan agar pembangunan drainase tepat sasaran.

Sedangkan Jaka Kelana Damanik menyuarakan pandangan kritis terkait penanganan bencana banjir dari sudut pandang lingkungan hidup. Pihak WALHI Sumut menilai kerusakan ekosistem di kawasan hulu dan Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi pemicu utama tingginya intensitas banjir di wilayah hilir. Pembangunan perkotaan yang masif tanpa memikirkan daerah resapan air telah memperburuk alih fungsi lahan hijau.

“ Pemerintah diharapkan untuk menegakkan hukum lingkungan secara tegas terhadap alih fungsi lahan secara ilegal. WALHI Sumut meminta Pemerintah Provinsi dan Kota untuk melibatkan masyarakat sipil serta aktivis lingkungan dalam menyusun rencana tata ruang wilayah. Pendekatan ekologis dan pemulihan daerah aliran sungai dianggap sebagai solusi jangka panjang yang paling efektif, “ ujar Jaka.

Diakhir dialog narasumber sepakat memberikan kesimpulan bahwa penanggulangan bencana banjir memerlukan komitmen politik dan kolaborasi lintas sektor yang konsisten. Pemko Medan, DPRD, BWS Sumatera II, dan elemen masyarakat harus menyatukan langkah demi mengatasi ancaman banjir tahunan. Dialog Aspirasi Sumut ini mengharapkan rekomendasi dari para ahli dapat ditindaklanjuti secara nyata oleh pengambil kebijakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....