Pemerintah Menjamin Kesejahteraan Atlet Indonesia Secara Berkelanjutan
- 13 Sep 2026 11:32 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Dialog Interaktif Aspirasi Sumut di Programa 1 LPP RRI Medan FM 94,3 MHz. Rabu (9/9/2026) pagi, membahas kondisi dan masa depan kesejahteraan atlet Indonesia, dengan menghadirkan narasumber Indra Efendi Rangkuti (Pengamat Olahraga) dan Syamsul Anwar Harahap (Mantan Petinju Nasional) Prestasi olahraga nasional kerap bersinar di kancah internasional, namun di sisi lain banyak atlet yang masih menghadapi persoalan ekonomi, jaminan kesehatan, dan kepastian karier setelah pensiun. Dua narasumber dari unsur pengamat olahraga dan mantan atlet nasional mengupas persoalan tersebut serta menawarkan solusi konkret.
“ Pentingnya sistem pembinaan yang berkelanjutan dari hulu ke hilir. Menurutnya, atlet tidak boleh hanya dikejar prestasinya saat bertanding, tetapi juga dipersiapkan masa depannya. Ia menekankan perlunya database atlet nasional yang terintegrasi, program beasiswa pendidikan, serta pelatihan keterampilan agar atlet memiliki pekerjaan alternatif. Pemerintah daerah dan pusat juga wajib menjamin bonus, asuransi, dan dana pensiun bagi atlet berprestasi. Tanpa kepastian itu, minat generasi muda untuk menekuni olahraga akan menurun, “ ujar Indra.
Syamsul Anwar Harahap selaku Mantan Petinju Nasional berbagi pengalaman langsung dari lapangan. Ia menceritakan kerasnya perjuangan atlet yang harus berlatih dengan fasilitas terbatas dan minim dukungan. Setelah tidak lagi bertanding, banyak mantan atlet yang kesulitan ekonomi karena tidak memiliki bekal pendidikan dan keahlian lain. Syamsul mendorong agar KONI, Kemenpora, dan pemerintah daerah membuat program transisi karier bagi atlet. Contohnya dengan membuka akses menjadi pelatih, PNS jalur prestasi, wirausaha, atau duta olahraga. Ia juga mengajak masyarakat dan swasta untuk lebih peduli dengan memberi sponsor dan apresiasi nyata, bukan hanya saat atlet menang.
Kedua narasumber sepakat bahwa membangun kesejahteraan atlet adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah harus memperkuat regulasi dan anggaran, federasi harus profesional dalam manajemen, dan media harus membantu mengangkat kisah atlet daerah. Pembinaan usia dini juga harus dibarengi dengan pendidikan formal agar atlet tidak tertinggal secara akademik.
“ Aspek kesehatan dan psikologi atlet juga menjadi sorotan. Atlet perlu mendapat pendampingan psikolog, dokter olahraga, dan nutrisi yang layak agar performa terjaga dan terhindar dari cedera berkepanjangan, “ ungkap Syamsul.
Diakhir dialog narasumber memberikan kesimpulan bahwa untuk membangun masa depan kesejahteraan atlet, Indonesia harus mengubah pola pikir dari "memburu medali" menjadi "memanusiakan atlet". Dengan jaminan kesejahteraan, penghargaan, dan kepastian masa depan, atlet Indonesia akan lebih termotivasi mengharumkan nama bangsa dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....