Berawal dari Tari, Lahir Gagasan Kampung Budaya

  • 09 Sep 2026 19:14 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Berawal dari perjalanan dan pengalaman dalam dunia seni tari,Rahmad,S.Pd seorang guru di Madrasah Aliyah Muallimin Univa Medan memiliki gagasan untuk membentuk Kampung Budaya yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelestarian seni dan tradisi, tetapi juga menjadi sarana edukasi langsung kepada masyarakat secara tepat sasaran.Rencana pembentukan Kampung Budaya tersebut dilandasi pengalaman panjang dalam menggeluti dunia seni. Ia pernah mengikuti sejumlah proyek dan ajang kesenian diantaranya terlibat dalam pembuatan koreografi Musabaqah Tilawatil Quran atau MTQ di Tebing Tinggi pada tahun 2013.

Sebelumnya, pada tahun 2012 ia juga mengikuti Festival Lomba Seni Siswa SMK di Yogyakarta dan berhasil meraih tiga kategori penghargaan, yakni terbaik dalam penyajian, editing, serta busana terbaik. Pengalaman kembali berlanjut pada tahun 2014 melalui ajang serupa di Semarang dengan meraih kategori favorit.

Berbagai pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan seni dan budaya melalui sebuah konsep Kampung Budaya. Ke depan, Kampung Budaya diharapkan mampu menjadi identitas dan jati diri masyarakat di lingkungan setempat.

"Konsep kampung budaya tentu mengusung berbasis kepada kemandirian masyrakat artinya dari masyarakat berguna untuk masyarakat, Kampung Budaya juga diharapkan menjadi wadah untuk mengembalikan serta melestarikan warisan para pendahulu yang mulai terlupakan. Pelestarian dilakukan melalui berbagai aspek, mulai dari pelatihan seni dan budaya, menjaga keaslian tradisi, kebersihan lingkungan, hingga menonjolkan nilai estetika yang selaras dengan kehidupan masyarakat",ujar Rahmad kepada RRI.CO.ID pada Senin, 07 September 2026.

Visi utama dari Kampung Budaya adalah mengembalikan kembali nilai-nilai budaya yang pernah hidup dan berkembang di lingkungan kampung tersebut. Pelestarian budaya ini juga diarahkan untuk membangun jiwa kewirausahaan atau entrepreneurship masyarakat, sehingga budaya tidak hanya dijaga, tetapi juga dapat memberikan manfaat secara ekonomi.

Untuk mewujudkan visi tersebut, sejumlah misi akan dijalankan, di antaranya menertibkan dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga budaya. Selain itu, masyarakat juga akan diberikan berbagai pelatihan hingga mencapai tingkat kemahiran yang dapat berguna dalam kehidupan sehari-hari.Melalui pelatihan dan pendampingan, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan untuk berkembang dan mampu bersaing dengan berbagai potensi yang ada, tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.

Konsep Kampung Budaya sendiri mengusung prinsip kemandirian masyarakat. Artinya, seluruh potensi yang dikembangkan berasal dari masyarakat dan pada akhirnya kembali memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan semangat “dari masyarakat dan untuk masyarakat”, Kampung Budaya diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelestarian kesenian, melainkan menjadi pusat pembelajaran, pengembangan kreativitas, penguatan ekonomi, serta ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai warisan budayanya.Melalui rencana ini, budaya diharapkan tidak sekadar menjadi cerita masa lalu, tetapi tetap hidup, berkembang, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di masa depan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....