TP PKK Deli Serdang Apresiasi Digelarnya Seminar Parenting
- 09 Sep 2026 09:59 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Deli Serdang menyambut baik seminar parenting yang digagas Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Deli Serdang bertajuk Keluarga Sehat, Bahagia, dan Sejahtera. Berlangsung di Aula Cendana Lantai I Kantor Bupati Deli Serdang, Sabtu, 5 September 2026.
Kegiatan yang diikuti oleh kader PKK, kader GOW, serta para pengemudi ojek online (ojol) bersama pasangan. Dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK Kabupaten Deli Serdang, Jelita Asri Ludin Tambunan.
Jelita menekankan bahwa pola asuh anak merupakan tanggung jawab bersama antara suami dan istri demi menciptakan fondasi keluarga yang kuat. "Kalau sudah membawa nama parenting, parent, berarti melibatkan orang tua, yaitu ayah dan ibu. Bagaimana peran dari suatu keluarga di dalam mewujudkan keluarga yang sehat, bahagia, dan sejahtera, sesuai dengan visi misi Kabupaten Deli Serdang yaitu mewujudkan masyarakat yang sehat jasmani maupun rohani," kata Jelita.
Jelita juga mengingatkan pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga tumbuh kembang anak pada masa golden period. Menurutnya, kecukupan gizi tidak harus didapat dari bahan makanan yang mahal, melainkan dapat disiasati dengan memanfaatkan potensi di sekitar lingkungan rumah.
"Ibu dan bapak tolong berikan gizi yang cukup untuk anak-anak kita. Memberikan menu atau makanan kepada anak-anak tidak perlu mahal, tetapi mengandung kandungan gizi yang cukup," katanya.
Ia mendorong untuk dapat memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam sayuran atau membudidayakan ikan seperti lele yang mudah dirawat untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari dan mengantisipasi gejolak harga pasar.
Selain kesehatan dan gizi, aspek pendidikan anak serta pembentukan karakter dan adab juga menjadi perhatian utama. Ketua TP PKK mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program pendidikan gratis berkualitas dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari jenjang TK.
"Sekarang Bapak Bupati dan Pak Wakil Bupati sudah menekankan agar anak-anak kita diberikan pendidikan yang berkualitas. Dulu wajib belajar 12 tahun, sekarang sudah 13 tahun, di mana pendidikan anak usia dini dari umur 5 sampai 6 tahun sudah dihitung dalam wajib belajar. Mari kita dukung anak-anak kita bersekolah dan berikan penanaman nilai-nilai positif, adab, serta kesopanan agar kelak mereka diterima dengan baik oleh masyarakat," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....