Pernikahan yang batal
- 31 Agt 2026 22:15 WIB
- Medan
RRI.CO.ID - Medan - Pernikahan merupakan salah satu bentuk ibadah dan ikatan suci yang diharapkan dapat membawa ketenteraman, kasih sayang serta keberkahan bagi pasangan yang menjalaninya. Hal ini disebutkan Hendra Zulfran, dalam kajian Mutiara Pagi RRI Medan, dengan judul: Pernikahan yang batal, edisi Sabtu 22 Agustus 2026.
Hendra Zulfran mengungkapkan, pembatalan pernikahan bukanlah akhir dari kehidupan. Jika sebuah pernikahan belum terlaksana sesuai yang diinginkan dan terdapat alasan yang kuat untuk tidak melanjutkannya, keputusan ini hendaknya disikapi dengan bijaksana. Kedua belah pihak perlu menjaga adab, kehormatan, dan perasaan masing-masing.
"Persoalan menjadi lebih berat apabila pembatalan pernikahan diikuti dengan saling menyalahkan, membuka aib, menyebarkan keburukan, atau menyimpan dendam. Oleh karena itu, meskipun hubungan menuju pernikahan tidak berlanjut, komunikasi dan penyelesaian masalah tetap harus dilakukan dengan cara yang baik, "ungkapnya.
Hendra Zulfran juga mengatakan pentingnya memahami, karena jodoh merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT. Manusia diperintahkan untuk berikhtiar, mempertimbangkan segala sesuatu dengan matang, serta memohon petunjuk melalui doa dan istikharah. Ketika sebuah rencana tidak sesuai dengan harapan, seorang Muslim hendaknya tetap berprasangka baik kepada Allah.
"Pembatalan pernikahan juga dapat menjadi momentum untuk melakukan introspeksi. Setiap pihak dapat mengambil pelajaran dari proses yang telah dilalui, memperbaiki diri, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang, "kata Hendra.
Ketika pernikahan batal, ujarnya jangan sampai hubungan berubah menjadi permusuhan. Menjaga lisan, menutup aib, menghormati mantan calon pasangan, dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah merupakan bagian dari akhlak seorang Muslim.
"Tidak semua yang kita inginkan harus menjadi kenyataan. Terkadang, sesuatu yang batal justru menjadi jalan bagi Allah untuk menghadirkan kebaikan yang lebih baik, tetap menjaga iman, akhlak, dan hati, agar mampu menerima setiap ketetapan-Nya dengan penuh kesabaran, "ujar Hendra Zulfran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....