Jembatan Gantung Perintis Desa Tumpatan Nibung Diresmikan
- 26 Agt 2026 14:23 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan — Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo mendampingi Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, meresmikan Jembatan Gantung Perintis di Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batang Kuis. Sekaligus meninjau pembangunan sumur bor di Desa Emplasmen Kualanamu, Kecamatan Beringin, Senin, 24 Agustus 2026.
Kehadiran kedua infrastruktur melalui program Bakti TNI ini memperkuat akses mobilitas dan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, kami mengucapkan terima kasih kepada TNI Angkatan Darat dan Bapak Presiden Prabowo Subianto atas perhatian serta dukungan yang diberikan kepada masyarakat Deli Serdang. Program memberikan manfaat nyata, baik melalui pembangunan jembatan maupun penyediaan air bersih,” kata Lom Lom.
Jembatan Gantung Perintis memiliki panjang 40 meter dan lebar 1,2 meter. Dibangun secara gotong royong oleh personel TNI bersama masyarakat. jembatan menghubungkan Dusun I dan Dusun II Desa Tumpatan Nibung menuju Desa Wonosari.
Keberadaan jembatan menggantikan akses lama yang sudah tidak layak, sehingga memudahkan mobilitas warga, termasuk untuk bersekolah, berkebun, berdagang, dan menjalankan aktivitas sosial. Setelah peresmian jembatan, rombongan meninjau pembangunan sumur bor di Desa Emplasmen Kualanamu. Sumur bor yang dikerjakan personel TNI bersama masyarakat.
Sinergi Pemkab Deli Serdang dan TNI, lanjut Lom Lom, diharapkannya terus diperkuat untuk mendukung pembangunan, membuka akses masyarakat, memenuhi kebutuhan dasar, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, menyampaikan program penyediaan air bersih melalui Bakti TNI di Sumatera Utara kini telah mencapai 524 titik dan memberikan manfaat bagi lebih dari 144.000 jiwa atau sekitar 38.000 kepala keluarga.
Di Desa Emplasmen Kualanamu, lanjutnya sumur bor yang sedang dibangun diperkirakan dapat melayani kebutuhan air bersih bagi 44 kepala keluarga. “Program ini merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat memperoleh akses air bersih yang lebih mudah dan layak. Kami berharap manfaatnya bisa dirasakan secara langsung oleh warga,” ujarnya.
Hendy menegaskan, keberhasilan pembangunan jembatan maupun sumber air bersih tidak terlepas dari kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Menurutnya, dukungan semua pihak menjadi faktor penting sehingga program-program tersebut dapat berjalan dengan baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....