Kemenhaj Pantau Kondisi Kantor Terdampak Gempa NTT

  • 16 Agt 2026 20:12 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Kupang – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terus memantau kondisi kantor dan jajaran di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut, pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj RI Provinsi NTT, Hasan Manuk, mengatakan koordinasi langsung dilakukan dengan kantor Kemenhaj kabupaten dan kota di sejumlah wilayah terdampak. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi pegawai sekaligus mengecek kerusakan pada bangunan kantor.

“Untuk Manggarai Barat, terdapat cukup banyak retakan pada bagian tembok dan pintu kaca pecah akibat guncangan. Sementara di Manggarai, tembok kantor juga mengalami retak di beberapa titik,” ujarnya.

Sementara itu, Kantor Kemenhaj Kabupaten Ende dilaporkan dalam kondisi baik setelah dilakukan pengecekan. Sebelumnya, akses menuju sejumlah wilayah sempat terkendala karena masyarakat mengungsi ke jalan untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.

“Alhamdulillah, berdasarkan informasi terbaru, gedung Kantor Kemenhaj Kabupaten Ende dalam keadaan baik. Kami tetap meminta jajaran untuk terus memantau kondisi di lapangan dan mengutamakan keselamatan,” katanya.

Adapun kondisi Kantor Kemenhaj Kabupaten Sikka masih dalam proses pemantauan. Hasan mengatakan laporan dari jajaran di Sikka, Ende, Manggarai, dan Manggarai Barat terus dihimpun dan telah disampaikan kepada Sekretaris Jenderal Kemenhaj melalui grup pimpinan.

Kepala Biro Umum Kemenhaj RI, Slamet, menyampaikan keprihatinan atas gempa yang berdampak pada masyarakat dan sejumlah kantor Kemenhaj di NTT. Menurutnya, kantor yang mengalami kerusakan dapat mengajukan laporan untuk ditindaklanjuti.

“Kantor Kemenhaj kabupaten/kota yang terdampak gempa dapat mengajukan surat kepada Kemenhaj RI untuk dilakukan tindak lanjut perbaikan apabila terdapat kerusakan bangunan maupun infrastruktur lainnya,” ujarnya.

Kemenhaj berharap kondisi di wilayah terdampak segera pulih, sehingga aktivitas masyarakat dan pelayanan kepada masyarakat di kantor-kantor Kemenhaj NTT dapat kembali berjalan normal.

Berdasarkan data pemutakhiran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pukul 05.58.24 WITA dengan kedalaman 15 kilometer. Episenter gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....