Generasi Muda di Sumut Merawat Jiwa Nasionalisme di Era Digital

  • 17 Agt 2026 19:18 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Dialog Interaktif Aspirasi Sumut di Programa 1 LPP RRI Medan FM 94,3 MHz. Kamis ( 13/8/2026 ) pagi, mengangkat topik krusial mengenai ketahanan moral dan ideologi bangsa melalui tajuk "Menjaga Nasionalisme di Era Digital". Diskusi interaktif ini menghadirkan dua tokoh pemuda yang membedah tantangan serta strategi merawat rasa cinta tanah air di tengah gempuran arus informasi global, yaitu Ir. Muhammad Rizki Fadillah, S.T. (Koordinator Rembuk Pemuda Sumatera Utara) dan Hendro Susanto, M.I.Kom. (Tokoh Muda Sumut & Pemerhati Masalah Sosial). Fokus utama dialog ini adalah menguraikan bagaimana pergeseran pola interaksi digital, maraknya disinformasi, dan masuknya budaya luar dapat memengaruhi karakter generasi muda, sekaligus merumuskan langkah taktis agar ruang siber dapat dimanfaatkan sebagai sarana penguatan nilai-nilai Pancasila.

Dari sudut pandang pergerakan pemuda dan konsolidasi komunitas, Ir. Muhammad Rizki Fadillah, S.T. menekankan bahwa nasionalisme di era digital tidak lagi hanya dimaknai secara simbolis, melainkan melalui aksi nyata yang adaptif terhadap teknologi. Sebagai Koordinator Rembuk Pemuda Sumut, ia memaparkan bahwa anak muda saat ini dihadapkan pada ancaman polarisasi media sosial dan degradasi empati sosial. Ia mengajak pemuda Sumatera Utara untuk aktif memproduksi konten-konten positif yang mengangkat kearifan lokal, mempromosikan persatuan, serta menjadi agen literasi digital yang mampu memfilter berita bohong (hoax). Menurutnya, ruang digital harus dikuasai oleh narasi kebangsaan agar potensi kreatif generasi muda tidak tergerus oleh propaganda radikalisme atau sikap individualistis yang merusak kesatuan bangsa.

Sementara itu, dari perspektif komunikasi politik dan analisis sosial, Hendro Susanto, M.I.Kom. memberikan pandangan kritis mengenai peran strategis pemerintah dan lembaga pendidikan dalam membangun ekosistem digital yang sehat. Sebagai pemerhati masalah sosial, ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam menjaga nasionalisme saat ini adalah batas-batas informasi yang semakin kabur, sehingga membutuhkan ketahanan mental dan pemahaman sejarah yang kuat bagi generasi Z dan Alpha. Ia mendorong optimalisasi kurikulum literasi media dan pembentukan iklim diskusi yang terbuka di kalangan pelajar serta mahasiswa. Pemerintah daerah dan tokoh masyarakat diharapkan dapat menjembatani aspirasi anak muda tanpa membatasi ruang ekspresi, sehingga nilai-nilai patriotisme dapat tumbuh secara natural dan relevan dengan dinamika zaman.

Diakhir dialog narasumber menegaskan bahwa merawat jiwa nasionalisme di era digital memerlukan sinergi kolektif antara pemuda, akademisi, media, dan pemerintah. Pemanfaatan teknologi secara bijak, penguatan literasi digital, serta komitmen untuk menjaga nilai-nilai luhur Pancasila di ruang siber menjadi fondasi utama dalam membentengi identitas bangsa. Dengan mendorong peran aktif organisasi pemuda seperti Rembuk Pemuda Sumut serta membuka panggung partisipasi bagi tokoh-tokoh muda yang inspiratif, generasi penerus di Sumatera Utara diharapkan mampu berdiri teguh sebagai pemersatu bangsa yang cerdas, kritis, dan berintegritas di tengah pesatnya perkembangan teknologi global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....