Makanan Tradisional Makin Jarang Ditemui, Masyarakat: Perlu Dilestarikan

  • 31 Jul 2026 15:06 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID,Medan - Beragam makanan tradisional yang dahulu mudah ditemui kini mulai semakin jarang dijajakan. Perubahan selera dan semakin banyaknya pilihan makanan modern dinilai menjadi salah satu penyebab kuliner warisan daerah mulai ditinggalkan.

Sejumlah masyarakat menilai makanan tradisional memiliki cita rasa khas yang sulit digantikan oleh makanan kekinian. Selain itu, makanan tradisional juga menjadi bagian dari identitas dan budaya masyarakat.

Siti Aisyah Ratni warga Martubung mengatakan, beberapa makanan tradisional yang dulu sering dijumpai saat ini hanya bisa ditemukan pada acara tertentu atau dibuat oleh orang-orang yang masih mempertahankan resep turun-temurun.

“Dulu banyak makanan tradisional yang gampang ditemukan. Sekarang sudah mulai jarang, contohnya Gatot khas Jawa, saya paling suka itu kalau dulu banyak yang jualan berkeiling tapi sekarang sangat susah bagi saya menjumpai penjual makanan gatot", ujarnya di acara Markobar Program 4 RRI Medan pada Jum'at, 31 Juli 2026.

Masyarakat berharap generasi muda ikut mengenal dan melestarikan makanan tradisional agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Menurut warga lainnya Chintya di Mabar, makanan tradisional tidak harus ditinggalkan hanya karena banyaknya makanan modern. Justru, kuliner tradisional dapat dikembangkan dengan cara yang lebih menarik tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.

“Anak-anak muda perlu dikenalkan dengan makanan tradisional. Kalau tidak, lama-lama mereka tidak tahu lagi makanan khas daerahnya sendiri, saya paling suka getuk dan tiwul tapi sekarang susah menjumpai penjual tiwul khusunya", katanya.

Keberadaan makanan tradisional dinilai bukan hanya soal kuliner, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....