Taubat yang Tulus Menjadi Jalan Meraih Ampunan Allah
- 24 Jul 2026 10:16 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Setiap manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa. Namun, Islam membuka pintu taubat seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin kembali kepada Allah SWT dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan. Hal tersebut disampaikan Ustaz Suriadi, S.Ag dalam Kajian Islami Mutiara Sore yang disiarkan RRI Pro 4 Medan.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Suriadi menjelaskan bahwa secara bahasa, taubat berasal dari kata tāba yatūbu taubatan yang berarti kembali. Sementara secara istilah, taubat dimaknai sebagai kembalinya seorang hamba dari perbuatan maksiat menuju jalan ketaatan kepada Allah SWT.
"Taubat adalah membersihkan diri dari segala dosa dan kembali tunduk serta patuh kepada Allah SWT," ujarnya.
Ia mengutip pendapat Imam Al-Ghazali yang menjelaskan bahwa taubat merupakan perjalanan meninggalkan jalan yang menjauhkan diri dari Allah menuju jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya. Senada dengan itu, Imam Hasan Al-Bashri memaknai taubat sebagai penyesalan atas dosa yang telah dilakukan disertai tekad untuk tidak mengulanginya kembali.
Menurut Ustaz Suriadi, Allah SWT memerintahkan seluruh orang beriman untuk bertaubat sebagaimana firman-Nya dalam Surah An-Nur ayat 31 agar memperoleh keberuntungan. Selain itu, dalam Surah At-Tahrim ayat 8, umat Islam diperintahkan untuk melakukan taubatan nasuha, yakni taubat yang dilakukan dengan tulus semata-mata karena Allah, bukan karena paksaan ataupun kepentingan duniawi. Hal ini juga sejalan dengan penjelasan para ulama mengenai syarat-syarat taubat nasuha.
Dalam tausiahnya, ia menyebutkan sedikitnya tiga syarat utama agar taubat diterima Allah SWT, yaitu berhenti dari perbuatan maksiat, menyesali dosa yang telah dilakukan, dan memiliki tekad yang kuat untuk tidak mengulanginya. Apabila dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia, pelakunya juga wajib meminta maaf atau mengembalikan hak yang telah diambil.
Ustaz Suriadi juga mengingatkan firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 222 yang menyatakan bahwa Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan menyucikan diri. Sementara dalam Surah Asy-Syura ayat 25 ditegaskan bahwa Allah menerima taubat hamba-hamba-Nya dan mengampuni kesalahan mereka.
Menutup tausiahnya, Ustaz Suriadi mengajak umat Islam agar tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah SWT. Menurutnya, sebesar apa pun dosa yang pernah dilakukan, pintu ampunan tetap terbuka selama seseorang bersungguh-sungguh bertaubat dan berusaha memperbaiki diri.
"Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak memiliki dosa lagi," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....