Quarter Life Crisis, saat Kegelisahan Menjadi Jalan Kembali kepada Allah
- 24 Jul 2026 10:12 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Fenomena quarter life crisis kerap menghantui generasi muda, khususnya mereka yang berada di rentang usia 20 hingga awal 30 tahun. Perasaan cemas, tertinggal dari pencapaian teman sebaya, hingga kebingungan menentukan arah masa depan menjadi persoalan yang banyak dialami saat ini. Namun, dalam perspektif Islam, kegelisahan tersebut dapat dimaknai sebagai pengingat untuk kembali mendekat kepada Allah SWT dan mencari ketenangan yang sejati.
Dalam program Inspirasi Qolbu Pro 2 Medan, Selasa, 21 Juli 2026, ustazah Sri Windari mengatakan derasnya arus informasi di media sosial sering kali membuat seseorang tanpa sadar membandingkan hidupnya dengan kehidupan orang lain.
“Tanpa sadar, kita mulai membandingkan garis finis orang lain dengan garis start kita sendiri. Akibatnya, rasa cemas pun muncul dan kita merasa gagal sebelum berperang,” kata Sri.
Padahal, setiap manusia memiliki jalan hidup dan waktunya masing-masing yang telah diatur oleh Allah SWT. Kebahagiaan, menurutnya, tidak akan pernah ditemukan melalui perbandingan, melainkan melalui penerimaan dan kedekatan kepada Sang Pencipta.
Ketenangan tersebut telah dijanjikan Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Ar-Ra’d ayat 28 yang artinya, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” Ayat ini menjadi pengingat ketenangan sejati tidak berasal dari jabatan, kekayaan, ataupun pujian manusia, melainkan dari hati yang senantiasa mengingat Allah dan berserah diri kepada-Nya.
Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan sikap mental yang kuat dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya adalah baik baginya,” ujar Sri mengutip dari hadis riwayat Imam Muslim.
Ustazah Sri juga mengajak generasi muda untuk tidak larut dalam kebisingan dunia dan tekanan media sosial.
“Tenanglah hati, karena Allah bersamaku. Cukuplah Allah sebagai penolong,” katanya.
Ia juga mengatakan masa depan memang masih menjadi rahasia, tetapi Allah yang memegang masa depan itu adalah Zat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dengan kembali kepada Allah, seseorang akan menemukan kedamaian yang tidak dapat dibeli dengan apa pun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....