Membenahi Kelayakan Armada dan Infrastruktur Jalan Rawan Sibolangit

  • 22 Jul 2026 19:10 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Dialog Interaktif Aspirasi Sumut di Programa 1 LPP RRI Medan FM 94,3 MHz. Selasa ( 21/7/2026 ) pagi, mengupas tuntas sebuah tragedi lalu lintas yang memicu duka mendalam sekaligus keprihatinan publik, yaitu dalam tajuk "Berkaca dari Kecelakaan Maut Sibolangit". Diskusi interaktif ini menghadirkan dua pakar yang membedah akar permasalahan dari perspektif keselamatan transportasi dan pengawasan legislatif, yaitu Dr. Parlindungan Purba, S.H., M.M (Ketua Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia Sumut) dan H. Jumadi, S.Pd.I., M.I.Kom (Anggota Komisi D DPRD Sumut). Fokus utama dialog ini adalah membongkar faktor-faktor utama penyebab maraknya kecelakaan fatal di Jalur Medan–Berastagi kawasan Sibolangit—mulai dari kelalaian manusia (human error), kelayakan teknis armada bus/truk, hingga kondisi geografis infrastruktur jalan yang terjal dan rawan bencana.

Dari perspektif keselamatan sistem transportasi dan kelayakan armada, Dr. Parlindungan Purba memaparkan pentingnya penerapam sistem manajemen keselamatan (safety management system) yang ketat oleh para pengusaha otobus dan angkutan barang. Sebagai Ketua Dewan Penasehat MTI Sumut, ia menekankan bahwa kecelakaan maut di Sibolangit harus menjadi momentum evaluasi total terhadap keabsahan dan keakuratan pengujian berkala kendaraan (uji KIR). MTI mendesak Dinas Perhubungan dan kepolisian untuk meningkatkan frekuensi pemeriksaan kelaikan jalan (ramp check) secara mendadak di terminal maupun jalur lintas, serta memastikan kondisi fisik dan jam kerja para sopir terawasi dengan baik guna mencegah potensi kelelahan atau rem blong yang fatal di jalur perbukitan.

Sementara itu, dari sudut pandang pengawasan anggaran dan infrastruktur daerah, H. Jumadi, S.Pd.I., M.I.Kom. memberikan penekanan pada kewajiban pemerintah dalam menyediakan sarana dan prasarana jalan yang aman (forgiving road). Sebagai Anggota Komisi D DPRD Sumut yang membidangi pembangunan, ia menyoroti bahwa Jalur Sibolangit merupakan urat nadi perekonomian dan pariwisata yang menghubungkan Medan dengan Dataran Tinggi Karo, sehingga penanganannya membutuhkan langkah strategis yang cepat. Komisi D mendorong percepatan perbaikan kualitas jalan, penambahan marka, penerangan jalan umum (PJU), pembatas jalan (guardrail), hingga penyediaan area penyelamat (escape ramp) di titik-titik curam. Selain itu, DPR D terus mengawal rencana pembangunan jalur alternatif Medan Berastagi atau kantong-kantong pelebaran jalan guna mengurai kepadatan dan menekan angka kecelakaan di jalur tersebut.

Diakhir dialog narasumber menegaskan bahwa untuk mencegah berulangnya kecelakaan maut di jalur rawan Sibolangit diperlukan tindakan kolektif dan komitmen tegas dari seluruh pemangku kepentingan. Penegakan aturan kelayakan kendaraan tanpa pandang bulu oleh Dishub dan Kepolisian harus beriringan dengan perbaikan infrastruktur jalan oleh Balai Jalan dan Pemprov Sumut. Dengan sinergi pengawasan dari DPRD Sumut, masukan teknis dari pakar transportasi MTI, serta kesadaran para pengusaha transportasi dan pengemudi untuk mengutamakan keselamatan di atas keuntungan, diharapkan akses jalan Medan Berastagi dapat menjadi jalur yang aman, nyaman, dan bebas dari tragedi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....