Selayang Pandang Menggambarkan Kehidupan Kota Medan
- 04 Jul 2026 13:08 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Dialog Interaktif Aspirasi Sumut di Programa 1 LPP RRI Medan FM 94,3 MHz. Kamis ( 2/7/2026 ) pagi, mengangkat topik yang sangat menarik dan mendalam mengenai wajah, sejarah, serta proyeksi perkembangan Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara dalam tajuk "Selayang Pandang Kota Medan". Diskusi ini menghadirkan dua tokoh yang sangat memahami seluk-beluk dinamika sosial, birokrasi, dan pembangunan di kota ini, yaitu Rahudman Harahap (Walikota Medan Ke-15) yang membawa rekam jejak eksekutif dalam penataan kota, dan Rafriandi Nasution (Ketua Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara) yang memberikan perspektif kritis dari sisi pengawasan publik dan kinerja pemerintahan. Fokus utama dialog ini adalah membedah transformasi Medan sebagai kota metropolitan, tantangan infrastruktur yang belum usai, hingga pentingnya integritas aparatur negara dalam melayani masyarakat secara inklusif.
Dari sudut pandang kepemimpinan dan pembangunan fisik, Rahudman Harahap membagikan pengalamannya saat memimpin Kota Medan, di mana penataan estetika kota, kebersihan, kemacetan, dan ketertiban pasar tradisional menjadi prioritas utama. Sebagai mantan wali kota, ia menekankan bahwa membangun Medan tidak bisa hanya mengandalkan perencanaan di atas kertas, melainkan membutuhkan eksekusi lapangan yang tegas, pendekatan humanis kepada warga, serta keberanian dalam mengambil keputusan strategis. Ia menggarisbawahi bahwa dengan status Medan sebagai hub ekonomi terbesar di wilayah barat Indonesia, keberlanjutan pembangunan infrastruktur seperti penanganan banjir (medan banjir) dan perbaikan jalan harus diintegrasikan dengan visi jangka panjang yang menempatkan kenyamanan serta kesejahteraan warga sebagai muara akhir dari setiap kebijakan.
Sementara itu, dari sisi pengawasan tata kelola pemerintahan, Rafriandi Nasution memberikan catatan taktis mengenai pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Sebagai Ketua LPKAN, ia mengingatkan bahwa sepesat apa pun pembangunan fisik yang dilakukan, maknanya akan sirna jika tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan publik dari aparatur sipil negara (ASN). LPKAN mendorong penguatan fungsi kontrol sosial dari masyarakat serta pentingnya sistem meritokrasi dalam penempatan jabatan publik untuk meminimalkan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Menurutnya, tata kelola pemerintahan yang bersih dan responsif terhadap keluhan warga adalah fondasi utama yang akan menentukan apakah Medan mampu bertransformasi menjadi kota global yang maju tanpa kehilangan identitas budayanya yang multietnik.
Diakhir dialog narasumber menegaskan bahwa masa depan Kota Medan sangat bergantung pada sinergi yang harmonis antara keberanian kepemimpinan eksekutif dan ketatnya pengawasan terhadap kinerja aparatur negara. Rekam jejak pembangunan masa lalu harus dijadikan cermin untuk mengevaluasi dan memperbaiki langkah-langkah strategis ke depan. Dengan komitmen penuh dari jajaran pemerintah kota untuk membenahi pelayanan publik dan konsistensi dalam merampungkan proyek-proyek infrastruktur krusial, Medan optimistis dapat terus mengukuhkan dirinya sebagai kota metropolitan yang modern, tertib, manusiawi, dan sejahtera bagi seluruh lapisan masyarakatnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....