Menjawab Tantangan Teknologi Digital, Keluarga Harus Membangun Ketahanan
- 30 Jun 2026 22:00 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Dialog Interaktif Aspirasi Sumut di Programa 1 LPP RRI Medan FM 94,3 MHz. Selasa, 30 Juni 2026 pagi, mengupas tuntas isu sosial yang sangat krusial di era modern. Dialog membahas tentang pentingnya menjaga keutuhan dan ketahanan institusi terkecil dalam masyarakat melalui tajuk "Membangun Ketahanan Keluarga di Tengah Tantangan Zaman".
Diskusi interaktif ini menghadirkan dua perspektif yang saling menguatkan, yaitu Rustiyanti Roesman Saleh (Trainer Parenting Indonesia) menerangkan dari sisi pola asuh psikologis dan manajemen keluarga. Kemudian Dr. Rudiawan Sitorus, S.Fil.I., M.Pem.I (Tokoh Ulama) yang membedah isu ini dari sudut pandang nilai keagamaan dan spiritualitas.
Fokus utama dialog ini adalah merumuskan solusi konkret bagi para orang tua dalam menghadapi gempuran arus teknologi digital, pergeseran moral. Serta tantangan ekonomi yang berpotensi memicu keretakan atau disfungsi di dalam rumah tangga.
Dari perspektif pola asuh anak dan dinamika psikologi, Rustiyanti memaparkan bahwa tantangan terbesar keluarga saat ini adalah hilangnya komunikasi yang berkualitas (quality time) akibat kecanduan gawai (gadget addiction) baik pada anak maupun orang tua itu sendiri. Sebagai seorang pakar parenting, ia menekankan ketahanan keluarga tidak bisa dibangun secara instan, melainkan harus dimulai dari keterbukaan emosional dan pembatasan digital (digital detox) yang konsisten di dalam rumah.
Ia mengingatkan orang tua untuk bertindak sebagai pemandu dan sahabat bagi anak-anak mereka, bukan sekadar penuntut, serta pentingnya membekali anak dengan kecerdasan emosional agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh dampak negatif lingkungan luar maupun paparan media sosial yang tidak terkontrol.
Sementara, dari sudut pandang spritual dan tuntunan agama, Rudiawan memberikan penekanan bahwa agama harus diletakkan sebagai jangkar utama dalam setiap aktivitas rumah tangga. Sebagai seorang ulama, ia menjelaskan bahwa ketahanan fisik dan ekonomi keluarga akan rapuh jika tidak dibarengi dengan ketahanan mental-spiritual yang bersumber dari pemahaman agama yang kuat.
Pendidikan karakter berbasis akhlak mulia dan penanaman nilai-nilai moral sejak dini di dalam keluarga adalah benteng paling efektif untuk menangkal radikalisme, pergaulan bebas, dan degradasi moral di masyarakat. Ia mengajak para kepala keluarga untuk lebih aktif menciptakan lingkungan rumah yang religius, penuh kasih sayang, dan menjadikan keteladanan perilaku orang tua sebagai madrasah pertama bagi anak-anak mereka.
Diakhir dialog narasumber menegaskan bahwa membangun ketahanan keluarga di tengah tantangan zaman yang serba cepat ini memerlukan pendekatan holistik yang memadukan ilmu pola asuh modern dan kekuatan spiritual yang kokoh. Kerja sama yang harmonis antara suami dan istri dalam membagi peran pengasuhan serta komitmen untuk menjaga nilai-nilai keagamaan menjadi kunci utama keberhasilan.
Dengan ekosistem keluarga yang sehat, aman, dan komunikatif, generasi muda Sumatera Utara tidak hanya akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara mental dan memiliki integritas moral yang tinggi dalam menghadapi masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....