Bersama Menjaga Stabilitas Harga Bahan Pokok di Sumut

  • 25 Jun 2026 18:25 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Dialog Interaktif Aspirasi Sumut di Programa 1 LPP RRI Medan FM 94,3 MHz, Kamis ( 25/6/2026 ) pagi, dengan mengulas seputar ketahanan pangan nasional yang berdampak langsung pada isi dompet masyarakat, yaitu dalam tajuk "Bersama Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok". Diskusi interaktif ini menghadirkan dua narasumber yang memahami dinamika pasar secara mikro maupun makro, yaitu Suwarno, S.E., M.M. (Wakil Ketua DPW APPSI Sumut), dan Muhammad Bangun Siregar, S.E., M.Si (Pengamat Ekonomi dan UMKM). Fokus utama dialog ini adalah membedah akar penyebab fluktuasi harga komoditas pangan penting seperti beras, minyak goreng, cabai, dan bawang, sekaligus merumuskan solusi integratif agar lonjakan harga tidak mencekik daya beli masyarakat sekaligus tidak merugikan para pedagang kecil.

Dari sudut pandang pelaku pasar dan rantai pasok hilir, Suwarno memaparkan realita lapangan mengenai kendala distribusi yang sering dihadapi oleh para pedagang tradisional di Sumatera Utara. Sebagai Wakil Ketua DPW APPSI Sumut, ia menekankan bahwa stabilitas harga sangat bergantung pada kelancaran pasokan dari daerah sentra produksi ke pasar-pasar induk. Fluktuasi harga yang kerap terjadi sering kali dipicu oleh faktor cuaca yang mengganggu panen atau biaya logistik yang tinggi. APPSI mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan peran pasar tradisional dan memotong rantai distribusi yang terlalu panjang demi meminimalkan margin harga yang terlalu tinggi dari petani hingga ke tangan konsumen akhir, serta memastikan para pedagang kecil mendapatkan kepastian stok dengan harga agen yang wajar.

Sementara itu, dari perspektif makro Mekonomi dan pemberdayaan usaha, Muhammad Bangun Siregar memberikan analisis mengenai dampak ketidakstabilan harga bahan pokok terhadap laju inflasi daerah dan keberlangsungan pelaku UMKM, khususnya sektor kuliner. Sebagai pengamat ekonomi, ia menggarisbawahi bahwa bahan pokok adalah jangkar perekonomian masyarakat kelas bawah. Ketika harga pangan bergejolak, daya beli masyarakat akan langsung terkoreksi, yang pada gilirannya menurunkan omzet pelaku UMKM. Ia menyarankan agar pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan operasi pasar yang bersifat temporer, melainkan membangun ekosistem ketahanan pangan jangka panjang, seperti penguatan kerja sama antar-daerah (KAD) untuk menambal defisit pasokan serta memberikan insentif atau pendampingan bagi UMKM agar mampu melakukan efisiensi usaha di tengah ketidakpastian harga.

Sebagai konklusi, dialog ini menegaskan bahwa menjaga stabilitas harga bahan pokok di Sumatera Utara bukan semata-mata tugas satu instansi, melainkan tanggung jawab kolektif yang memerlukan sinergi radikal. Kerja sama yang harmonis antara regulasi pemerintah dalam memantau harga, komitmen APPSI dalam menjaga kelancaran distribusi di pasar, serta analisis taktis para pengamat ekonomi menjadi pilar utama untuk menciptakan iklim pasar yang sehat. Dengan pasokan yang terjaga dan harga yang terjangkau, pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan stabil dan kesejahteraan masyarakat, baik konsumen maupun pedagang, dapat tetap terlindungi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....