Akhlak terhadap tetangga

  • 24 Jun 2026 22:26 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID - Medan - Adab bertetangga adalah norma dan etika dalam berinteraksi dengan orang yang tinggal di sekitar rumah kita. Hal ini dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan yang harmonis, saling menghargai dan terhindar dari konflik.

Melalui program Mutiara Pagi, Pro4 RRI Medan, edisi Selasa 23 Juni 2026, dengan judul: Akhlak terhadap tetangga, Ustadzah Estifa mengatakan, malaikat Jibril berpesan kepada Nabi Muhammad SAW untuk berbuat baik dengan tetangga, karena keluarga terdekat, sementara orang tua kita sendiri jauh, artinya tidak tinggal berdekatan.

Berkaitan dengan hal ini dalam menggapai kehidupan sebut Estifa, ada 4 unsur kebahagiaan dan 4 unsur kesengsaraan.

"Dalam 4 unsur kebahagiaan meliputi, isteri yang baik, rumah yang luas, tetangga yang baik dan kenderaan yang nyaman. Sedangkan 4 unsur golongan kesensaraan meliputi, tetangga yang zalim, isteri yang buruk, rumah yang sempit dan kenderaan yang buruk," ucapnya.

Program Mutiara Pagi yang disiarkan dari pukul 05.30 s.d 05.50 WIB turut juga memberi kesempatan tanyajawab kepada pendengar melalui WA 08116144248. Tika di Krakatau bertanya, bagaimana menghadapi tetangga yang sering mengganggu dan menyakiti kita. Jawab Estifa, dimanapun kita tinggal yang namanya hidup, adalah di Uji oleh Allah SWT.

"Dimanapun ada tetangga seperti itu adalah di Uji, lalu bagaimana sikap kita, pertama kita bersabar, sabar itu pahalanya luar biasa, ini yang terjadi atas izin Allah, pasti ada berkah. Apa berkahnya, contoh seperti atas kesabaran isteri Fir'un, namanya Asiyah binti Muzahim, masuk Surga," ujarnya.

Selain itu Amira di Kapten Muslim bertanya, bagaimana kalau ada tetangga yang suka gosip dan menyebarkan fitnah. Jawabnya, jika kita bergosip untuk orang lain, maka berdosa.

"Rasulullah bersabda, jika engkau lihat ada kemungkaran, maka cegahlah dengan tangannya, atau sedang bergosip di satu kelompok, langsung boleh kita alihkan ke pembicaraan lain, pasti mereka berhenti. Jika mereka sedang duduk, kalau tidak sanggup dengan tangan, maka bisa dengan lisan, kalau tidak sanggup juga, ingkari dengan hati, artinya tinggali tempat gosip itu, ini termasuk iman, walaupun selemah-lemahnya iman,"

"Adapun tetangga yang menggibah kita tidak perlu dibalas, kita harus sabar, karena dia sedang mengirim pahala kepada kita, dia mengirim seluruh amalan kepada kita, " kata Estifa.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....