Urgensi Pelajaran Bahasa Prancis & Portugis untuk Dunia Pendidikan Nasional

  • 04 Jun 2026 14:15 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Dr. Dionisius Sihombing, S.Pd., M.Si.,Pengamat pendidikan, menyampaikan pandangannya saat menjadi narasumber Dialog Interaktif Aspirasi Sumut di Programa 1 FM 94,3 MHz. Rabu ( 3 Juni 2026 ) pagi. Dionisius menjelaskan mengenai pentingnya penguasaan bahasa asing di era globalisasi, khususnya bahasa Prancis dan Portugis. Ia menekankan bahwa dalam konteks hubungan internasional, kerja sama ekonomi, dan peluang beasiswa ke luar negeri, kedua bahasa ini memiliki nilai strategis yang sangat besar. Bahasa Prancis merupakan salah satu bahasa resmi diplomasi internasional di PBB, sementara bahasa Portugis memiliki basis penutur yang sangat luas di belahan dunia seperti Amerika Latin dan sebagian Afrika, serta memiliki keterikatan historis yang kuat dengan kawasan Asia Tenggara. Oleh karena itu, pengenalan bahasa-bahasa ini di dunia pendidikan dinilai dapat memperluas cakrawala masa depan generasi muda dan meningkatkan daya saing bangsa di kancah global. Namun, ia juga menggarisbawahi bahwa implementasi pengajaran bahasa baru ini tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa tanpa perencanaan yang matang agar tidak membebani struktur kurikulum yang sudah ada.

Di sisi lain, Jatmiko, S.Pd, sebagai Ketua Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Sumatera Utara, memberikan perspektif yang lebih menekankan pada realitas kesiapan di lapangan dan aspek sosiologis pendidikan. Ia berpendapat bahwa meskipun ide untuk memperkenalkan bahasa Prancis dan Portugis sangat baik untuk peningkatan kompetensi global, dunia pendidikan di tingkat daerah, khususnya Sumatera Utara, masih dihadapkan pada tantangan yang lebih mendasar.

“ Tantangan tersebut meliputi ketersediaan tenaga pendidik (guru) yang tersertifikasi dan kompeten dalam bahasa tersebut, keterbatasan sarana prasarana penunjang, hingga skala prioritas kurikulum di mana penguatan bahasa ibu (bahasa daerah) dan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional utama masih memerlukan banyak pembenahan. Menurutnya, kebijakan ini perlu dikaji ulang secara komprehensif agar tidak menimbulkan ketimpangan baru antar-sekolah urban dan rural, serta memastikan bahwa penambahan muatan pelajaran ini benar-benar efektif dan aplikatif bagi peserta didik, bukan sekadar pemenuhan formalitas kurikulum semata “ ujar Jatmiko.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....