Tanam Cabai di Sunggal, Bupati Tindaklanjuti Keluhan Petani Soal Irigasi
- 22 Mei 2026 15:19 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Menanggapi keluhan terkait sulitnya akses air yang selama ini dihadapi para petani di Kecamatan Sunggal. Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) untuk segera melakukan pengerukan sedimen saluran air sepanjang tiga kilometer.
Instruksi cepat tersebut disampaikan Bupati Deli Serdang Asri Ludin di sela-sela kegiatan saat penanaman cabai merah bersama Kelompok Tani Mekar Tani. Penanaman berlangsung di Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Rabu, 20 Mei 2026.
"Pengorekan sedimen dari Pintu 1 sampai ke lokasi ini, sekitar tiga kilometer, besok akan langsung dikerjakan. Fokus kita sekarang adalah air. Kalau distribusi air selesai, persoalan pertanian di sini juga akan lebih mudah diselesaikan," Kata Asri.
Ia berharap aksi tanggap ini dapat mendukung optimalisasi lahan yang ada. termasuk lahan cabai merah seluas 1,3 hektare yang baru ditanam tersebut sehingga memproduksi hasil panen sesuai target.
Ia juga memberikan perhatian besar pada sektor hilir, khususnya terkait stabilitas harga pasar saat panen tiba, sebagai langkah nyata, Pemkab Deli Serdang akan menerapkan skema pembelian hasil panen langsung dari petani untuk kemudian didistribusikan kepada para pedagang. Langkah ini diambil guna memotong rantai distribusi yang merugikan sekaligus menekan risiko anjloknya harga di tingkat petani.
“Cabai yang telah dipanen sebelumnya akan kita beli melalui BUMD. Begitupun dengan yang nantinya akan dipanen. Lebih bagus untung stabil terus-menerus dari pada untung besar sekali lalu rugi setelahnya. Pemerintah akan berupaya menjaga stabilitas harga, " ucapnya.
Ia menerangkan sebagai bagian dari strategi jangka panjang ketahanan pangan, Pemkab Deli Serdang juga terus mendorong modernisasi sektor pertanian melalui penyediaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), seperti traktor roda dua (TR2) dan roda empat (TR4). Fasilitas tersebut ditempatkan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pertanian di setiap kecamatan agar bisa diakses dengan cepat.
"Petani dapat meminjam alsintan secara gratis dan hanya perlu menanggung biaya bahan bakar, sementara seluruh biaya perawatan dan perbaikan alat ditanggung oleh pemerintah daerah. Kita ingin mempercepat penggunaan teknologi pertanian. Jadi alat-alat kita siapkan di UPT supaya petani tidak perlu menunggu bantuan terlalu lama," ujarnya.
Di sisi lain, Ia juga mengharapkan potensi pertanian di Kecamatan Sunggal untuk dapat mendukung rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui dapur SPPG yang tengah berkembang.
Sebelumnya, selama ini petani dilokasi tersebut mengandalkan pasokan air dari Sei Krio, namun mengalami kendala besar akibat pendangkalan parit dan saluran irigasi karena sedimentasi. Kondisi membuat petani kesulitan mengatur pola tanam hingga terpaksa bergantung pada sumur bor.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....