Pedagang TPO Jelaskan Perbedaan Istilah Monza dan Seken Sumut
- 17 Mei 2026 04:08 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Kelompok Pedagang TPO Kota Tanjungbalai menjelaskan perbedaan mendasar mengenai penggunaan istilah pakaian bekas di Sumatra Utara. Masyarakat Kota Medan lebih akrab menggunakan sebutan monza, sedangkan warga Tanjungbalai memakai istilah seken.
Kata monza sendiri sebenarnya merupakan sebuah singkatan dari pusat perbelanjaan terkenal bernama Mongonsidi Plaza di Kota Medan. Pusat belanja tersebut sangat berjaya pada era tahun 1990 sebelum akhirnya surut dan pindah ke Pajak Melati.
Ketua Asosiasi Pedagang TPO, Mulia Simatupang meluruskan persepsi publik mengenai asal-muasal penggunaan nama sandang bekas tersebut.
"Sampai sekarang TPO itu menjadi pasar terkemuka, yang mana pasar itu menjual pakaian-pakaian bekas," katanya, Sabtu, 16 Mei 2026.
Meskipun istilah monza bukan berasal dari Tanjungbalai, sebutan pusat grosir sandang bekas kini melekat pada kota kerang. Seluruh masyarakat di wilayah Sumatra Utara sepakat bahwa kiblat perdagangan barang bekas telah bergeser ke Tanjungbalai.
Mulia menyatakan bahwa istilah kata seken merupakan identitas bahasa yang sangat khas bagi pedagang lokal.
"Mungkin cuma itu yang bisa kami ketahui, karena memang seken itu dari bahasa Inggris, 'second' artinya kedua. Artinya bekas itu pakaian yang dipakai setelah oleh orang yang pertama mempunyai pakian itu," ucapnya.
Mulia menambahkan perbedaan istilah penamaan tersebut tidak mengurangi minat para pencinta fesyen berburu barang branded di pasar tradisional, seperti TPO. Keunikan sejarah penamaan tersebut justru dikatakannya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Tanjungbalai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....