Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Anak Indonesia di Sumut
- 04 Mei 2026 16:36 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Topik pendidikan adalah hal yang sangat dekat dengan hati saya, karena saya percaya bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk membangun masa depan bangsa. Pertama-tama, saya ingin menekankan bahwa kualitas pendidikan dan pemerataan akses harus menjadi prioritas utama. Banyak anak di Sumatera Utara, bahkan di seluruh Indonesia, yang masih kesulitan mendapatkan pendidikan yang layak, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Oleh karena itu, saya sangat mendukung penuh Program Sekolah Rakyat yang dijalankan saat ini. Program ini memberikan kesempatan belajar gratis dan berkualitas bagi anak-anak yang sebelumnya sulit bersekolah. Saya yakin, melalui program ini, kita dapat memutus rantai kemiskinan dan mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter baik. Hal ini disampaikan H. Rajudin Sagala, S.Pd.I (Anggota DPRD Medan) saat menjadi narasumber Dialog Aspirasi Sumut di Programa 1 RRI Medan FM 94,3 MHz. Senin ( 4/5/2026 ) pagi.
“ Pendidikan bermutu tidak hanya bergantung pada fasilitas gedung atau alat belajar, meskipun hal itu penting. Lebih dari itu, kualitas guru dan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat adalah hal yang paling utama. Kita butuh guru yang berdedikasi, berpengetahuan luas, dan mampu mengajar dengan cara yang menarik serta mudah dipahami siswa. Selain itu, kurikulum harus disesuaikan agar anak-anak kita tidak hanya pandai secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan yang berguna untuk kehidupan sehari-hari dan siap menghadapi tantangan zaman, “ jelas Rajudin.
Lebih lanjut Rajudin menyampaikan beberapa hal lain yang sering disampaikan oleh masyarakat kepada saya sebagai wakil rakyat. Terkait masalah buruh, saat ini kita sedang menghadapi gelombang pemutusan hubungan kerja yang cukup banyak. Saya menegaskan bahwa hak-hak buruh harus dilindungi sepenuhnya. Tidak boleh ada praktik kerja yang tidak adil, gaji yang tidak layak, atau pemutusan hubungan kerja tanpa alasan yang jelas. Pemerintah dan pengusaha harus duduk bersama untuk mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak, agar kesejahteraan pekerja terjamin dan ketenangan sosial tetap terjaga. Suara dan tuntutan buruh harus didengar dan ditindaklanjuti dengan sungguh-sungguh.
Kemudian, mengenai masalah banjir dan lingkungan di Medan, banyak warga yang mengeluhkan kerusakan lingkungan yang menyebabkan banjir sering terjadi. Saya telah mengusulkan beberapa solusi, di antaranya pembuatan sumur resapan, penanaman pohon di sepanjang pinggir sungai, serta perbaikan dan pembersihan saluran air secara rutin. Selain itu, penegakan aturan juga harus diperketat. Saat ini, orang yang membuang sampah sembarangan dapat dikenakan denda hingga Rp500.000 atau hukuman penjara maksimal 3 bulan. Namun, penegakannya masih sering lemah. Padahal, kunci utama penyelesaian masalah lingkungan adalah kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat. Kita harus saling mengingatkan dan berusaha menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan kita bersama.
Terkait ekonomi dan pajak, saya mendengar banyak keluhan bahwa beban ekonomi masyarakat masih terasa berat. Oleh karena itu, saya menyarankan agar pemerintah daerah tidak menaikkan pajak dalam waktu dekat ini. Jika pajak dinaikkan saat kondisi ekonomi belum pulih sepenuhnya, hal itu hanya akan semakin memberatkan rakyat. Sebaliknya, pemerintah sebaiknya fokus pada penanganan kebocoran pendapatan asli daerah dan meningkatkan pengawasan serta transparansi dalam pengelolaan keuangan. Dengan cara ini, pendapatan daerah dapat bertambah tanpa harus menaikkan beban pajak kepada warga.
Selain itu, saya juga menerima banyak keluhan mengenai kondisi jalan yang rusak di berbagai tempat dan penyaluran bantuan sosial yang belum merata. Untuk bantuan sosial, saya menekankan bahwa penyalurannya harus benar-benar berdasarkan data yang akurat dan terbaru melalui Sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Dengan demikian, bantuan dapat diterima oleh orang yang benar-benar membutuhkan, bukan orang yang tidak berhak. Semua keluhan dan aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat akan saya catat dan sampaikan secara resmi kepada pihak berwenang agar segera ditindaklanjuti.
Sebagai penutup, Rajudin menyatakan komitmen saya dan rekan-rekan di DPRD untuk selalu menerima, memperjuangkan, dan menindaklanjuti setiap harapan dan keinginan masyarakat. Saya juga mengapresiasi cara masyarakat yang menyampaikan pendapat dengan cara yang damai dan teratur. Mari kita semua bekerja sama, pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh warga, untuk membangun daerah kita menjadi tempat yang lebih baik, nyaman, dan makmur bagi semua orang.
Sedangkan Dr. Mansyur Hidayat Pasaribu, M.Pd. (Ketua Serikat Guru Indonesia Kabupaten Deli Serdang) yang juga menjadi narasumber Dialog Aspirasi Sumut mengatakan sebagai Ketua Serikat Guru Indonesia Kabupaten Deli Serdang, saya mewakili ribuan guru di daerah ini untuk menyampaikan aspirasi dan harapan kami terkait dunia pendidikan. Hal pertama dan yang paling sering kami sampaikan adalah masalah kesejahteraan guru, terutama guru honorer. Sampai saat ini, masih banyak guru honorer yang menerima gaji dan tunjangan yang sangat rendah, bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Padahal, mereka bekerja dengan sungguh-sungguh, mengajar setiap hari, dan memberikan kontribusi besar bagi kemajuan pendidikan anak-anak kita. Oleh karena itu, kami berharap pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat, segera meningkatkan gaji dan tunjangan bagi guru honorer serta menjamin keberlangsungan penghasilan mereka. Jaminan sosial juga harus diberikan agar guru merasa aman dan nyaman dalam bekerja.
Kedua, terkait kualitas pengajaran. Dunia terus berubah dan berkembang dengan sangat cepat. Teknologi baru, penemuan ilmu pengetahuan, dan perubahan sosial membutuhkan kemampuan dan pengetahuan baru dari para guru. Namun, kesempatan untuk mengikuti pelatihan dan pengembangan kemampuan masih terbatas, terutama bagi guru yang bertugas di daerah terpencil atau di sekolah kecil. Kami mengusulkan agar pemerintah menyediakan lebih banyak kesempatan pelatihan, baik secara langsung maupun melalui media daring, serta menyediakan dana yang cukup untuk mendukung kegiatan ini. Dengan demikian, guru dapat terus meningkatkan kualitas diri dan memberikan pengajaran yang lebih baik, sesuai dengan kebutuhan zaman dan kemajuan teknologi.
Ketiga, kami sangat menyambut baik dan mendukung penuh Program Sekolah Rakyat yang telah disampaikan oleh Bapak Rajudin. Program ini sangat mulia dan sangat dibutuhkan untuk memberikan kesempatan belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Kami, para guru, berjanji akan berusaha sebaik-baiknya untuk mendukung keberhasilan program ini. Kami akan memberikan pengajaran yang terbaik, dengan sepenuh hati dan kesabaran, agar tujuan program untuk memberikan pendidikan berkualitas dan mencetak generasi muda yang unggul dapat tercapai. Kami percaya bahwa setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang baik, tidak peduli dari latar belakang apa mereka berasal.
“ Terakhir, saya juga ingin menyampaikan keluhan mengenai sarana dan prasarana sekolah di banyak tempat. Masih banyak sekolah, terutama di pedesaan dan daerah terpencil, yang memiliki gedung kelas rusak, fasilitas belajar yang tidak lengkap, perpustakaan yang kosong, dan akses internet yang sulit. Kondisi ini tentu sangat mengganggu proses belajar mengajar dan membuat anak-anak kurang semangat dalam belajar. Oleh karena itu, kami meminta perhatian serius dari pemerintah untuk memperbaiki dan melengkapi fasilitas sekolah di seluruh daerah, agar setiap sekolah memiliki sarana dan prasarana yang layak dan memadai, “ ungkap Mansyur Hidayat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....