“Kompor Minyak atau Kayu Bakar? Inilah Beragam Pendapat Masyarakat
- 28 Apr 2026 09:25 WIB
- Medan
RRI.CO.ID,Medan - Kelangkaan LPG yang kerap terjadi di sejumlah daerah memunculkan berbagai respons dari masyarakat. Kondisi ini tidak hanya memicu kekhawatiran, tetapi juga memaksa warga mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari.
Sebagian masyarakat memilih kembali menggunakan kompor minyak tanah. Mereka menilai opsi ini lebih praktis dibandingkan kayu bakar, terutama bagi warga di perkotaan.
“Kalau gas tidak ada, saya lebih pilih minyak tanah. Lebih bersih dan tidak terlalu repot kalau minyak gampang pakai kompor minyak , kalau minyak ga ada beralih ke kayu bakar, kalau LPG masak bersih dan menurut saya lebih enak , kalau dulu pakai kayu bakar rambut bau asap ,hitam- hitam dan lama masaknya menurut saya ,” ujar Ratni warga Medan.
Namun, tidak sedikit pula yang beralih ke kayu bakar, terutama di wilayah pedesaan. Selain lebih mudah didapat, kayu bakar dianggap lebih hemat biaya.
"Kakek dulu di Sokanandi Banjarnegara kan masak tetap pakai kayu bakar, jadi saya kadang kangen masak pakai kayu bakar, terutama kalau masak rendang atau ketupat, meskipun saya tinggal di kota terakhir saat mau pulang kampung kemarin buat rendang juga pakai kayu bakar rasanya lebih enak dan ada rasa puas sendiri walaupun air mata mengalir dan badan bau asap, sebenarnya memanfaatkan kayu bakar bekas di belakang rumah kadang juga kalau minum kelapa muda itu saya pakai kalau sudah kering," ucap Asyifah kepada rri.co.id pada Selasa, 28 April 2026.
Meski begitu, penggunaan kayu bakar dinilai memiliki kekurangan, seperti menghasilkan asap yang dapat mengganggu kesehatan serta membutuhkan waktu lebih lama untuk memasak. Sementara itu, kompor minyak tanah juga memiliki tantangan tersendiri, termasuk ketersediaan bahan bakar yang tidak selalu stabil.
Perbedaan pilihan ini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, lokasi tempat tinggal, serta akses terhadap sumber energi alternatif. Warga perkotaan cenderung memilih minyak tanah karena lebih praktis, sedangkan masyarakat pedesaan lebih fleksibel menggunakan kayu bakar.
Kelangkaan LPG pun menjadi pengingat pentingnya ketersediaan energi yang merata dan terjangkau. Masyarakat berharap ada solusi jangka panjang agar mereka tidak terus dihadapkan pada pilihan sulit setiap kali pasokan LPG terganggu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....