Lagu 'Siti Mawarni' sebagai Kritik Sosial Terhadap Darurat Narkoba di Sumut
- 27 Apr 2026 11:48 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Lagu "Siti Mawarni" jadi cermin kritik sosial terhadap darurat narkoba di Sumatera Utara Medan, ramai diperbincangkan publik kini dimaknai sebagai bentuk kritik sosial terhadap darurat narkoba yang melanda Sumatera Utara. Liriknya yang sederhana namun menyayat dianggap merepresentasikan penderitaan keluarga korban penyalahgunaan narkotika di tengah lemahnya pengawasan dan maraknya peredaran barang haram.
Lirik sebagai cermin realitas lagu "Siti Mawarni" bercerita tentang seorang perempuan yang hancur hidupnya akibat keterjeratan narkoba. Banyak warga menilai kisah itu bukan sekadar fiksi, melainkan gambaran nyata dari ratusan keluarga di Medan, Binjai, dan sekitarnya yang kehilangan anggota keluarganya karena narkoba.
Hal ini dikatakan Sekretaris DPC Granat Kota Medan, Rion Arios Aritonang saat menjadi narasumber dialog Aspirasi Sumut di Programa 1 RRI Medan FM 94,3 MHz, Senin, 27 April 2026 pagi.
Lebih lanjut Rion memaparkan data mengenai tingginya tingkat prevalensi narkoba di Sumatera Utara. Ia menegaskan bahwa Sumatera Utara memegang peringkat pertama nasional dalam kasus penyalahgunaan narkotika.
Pihak Granat mendesak aparat penegak hukum agar memberikan sanksi yang sangat berat kepada para bandar narkoba demi menciptakan efek jera di masyarakat. Menurutnya, hukum harus tegak berdiri tanpa pandang bulu terhadap semua pelaku yang terlibat dalam jaringan barang haram tersebut.
“Kalimat “Siti Mawarni, mengapa kau terjerat?” diartikan sebagai pertanyaan kolektif masyarakat kepada negara dan lingkungan sosial darurat narkoba di Sumatera Utara termasuk salah satu provinsi dengan angka penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia Data Badan Narkotika Nasional mencatat ribuan kasus narkoba setiap tahun, dengan usia pengguna yang semakin muda,” ujar Rion.
Sementara, Tokoh Muda Sumut & Pemerhati Masalah Sosial, Hendro Susanto, menilai lagu ini bisa menjadi media edukasi yang lebih mudah diterima masyarakat dibandingkan kampanye formal. Dengan bahasa yang menyentuh, pesan tentang bahaya narkoba dapat masuk ke ruang-ruang keluarga yang selama ini tertutup.
Harapan di tengah keprihatinan masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan penindakan, tapi juga memperkuat pencegahan melalui pendidikan dan rehabilitasi. Tokoh adat dan pemuka agama diminta ikut aktif menjaga lingkungan dari peredaran narkoba. Lagu ini diharapkan menjadi pengingat dibalik satu nama “Siti Mawarni” ada ribuan nyawa yang terancam.
“Dampak sosial dari maraknya narkoba di kalangan generasi millenial. Ia melihat lirik lagu Siti Mawarni sebagai representasi jeritan hati para ibu yang mengkhawatirkan keselamatan masa depan anak-anak mereka. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar menyediakan lebih banyak fasilitas kegiatan positif dan pusat rehabilitasi bagi para pecandu. Ia berpendapat bahwa negara tidak boleh kalah oleh sindikat narkoba yang terus merusak tatanan sosial masyarakat,“ ujar Hendro.
Kedua narasumber menyimpulkan bahwa penanganan narkoba memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat, dan warga. Keluarga wajib menjalankan fungsi pengawasan yang ketat terhadap pergaulan anak-anak di dalam maupun di luar rumah dan mengajak seluruh pendengar untuk berkomitmen memutus mata rantai peredaran narkotika di wilayah Sumatera Utara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....