Mitos dan Larangan Adat, Benteng Tak Tertulis Penjaga Alam
- 20 Apr 2026 09:08 WIB
- Medan
RRI.COO.ID,Medan-Di tengah meningkatnya ancaman kerusakan lingkungan, sejumlah komunitas adat di Indonesia masih mempertahankan mitos dan larangan tradisional sebagai cara menjaga keseimbangan alam. Kepercayaan ini, meskipun sering dianggap tak masuk akal oleh sebagian orang, terbukti memiliki peran penting dalam konservasi lingkungan.
Di beberapa desa di Sumatera, masyarakat dilarang menebang pohon tertentu yang dianggap “berpenghuni”. Konon, pohon-pohon besar tersebut dijaga oleh makhluk halus, dan siapa pun yang merusaknya akan terkena musibah. Di balik mitos tersebut, tersimpan pesan ekologis: pohon-pohon tua berfungsi menjaga sumber air dan mencegah longsor.
Hal serupa juga ditemukan di kawasan pesisir. Nelayan tradisional memiliki pantangan untuk tidak melaut pada hari-hari tertentu yang dipercaya sebagai waktu “istirahat” laut. Tanpa disadari, praktik ini memberi kesempatan bagi ekosistem laut untuk pulih, sehingga populasi ikan tetap terjaga.
Menurut Habib warga Medan pendengar programa 4 pada acara Markobar Jum'at ( 17/04/2026) menilai kearifan lokal seperti ini merupakan bentuk konservasi berbasis budaya yang telah berlangsung turun-temurun, "Orang tua atau nenek moyang kita dahulu menciptakan larangan atau aturan yg tidak tertulis bagi masyarakat untuk tentunya memiliki maksud tertentu, lebih utama melindungi keseimbangan alam saya percaya untuk hal yang baiknya saja, karena jika ada larangan /pantangan yang tidak sesuai logika kita akan tersugesti hal hal yang tidak mungkin tapi jika pantangan yang masih dapat diterima akal ya boleh",ujarnya.
Sementara itu pendengar lainnya Chintya warga Mabar menuturkan modernisasi dan perubahan pola pikir membuat sebagian generasi muda mulai meninggalkan kepercayaan tersebut. Akibatnya, sejumlah kawasan yang dulunya dilindungi secara adat kini mulai mengalami kerusakan.
"Tidak mempercayai tahayul atau mitos yang negatif namun pernah orang tua mengatakan hal yang diluar nalar misal jangan duduk di depan pintu dan lain sebagainya ",ucapnya
Ia berharap agar nilai-nilai tersebut tidak hilang ditelan zaman. Mereka menekankan bahwa terlepas dari benar atau tidaknya mitos, esensi yang terkandung di dalamnya adalah menjaga harmoni antara manusia dan alam.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan, mitos dan larangan tradisional ini bisa menjadi inspirasi bagi pendekatan konservasi modern yang lebih berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....