Gerakan Sedekah Subuh, Misi Mulia Ayah Yatim Indonesia Medan
- 16 Apr 2026 15:56 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Berdiri sejak akhir tahun 2021, Lembaga Ayah Yatim Indonesia terus konsisten menjadi jembatan kebaikan bagi umat di wilayah Medan dan sekitarnya. Melalui peran strategis tenaga "Zisko" (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf), lembaga ini aktif bergerak menjemput donasi langsung dari para donatur. Melky Jecksen Setepu, salah satu petugas Zisko, menjelaskan bahwa fokus utama mereka adalah mengumpulkan dana umat untuk disalurkan kembali kepada anak-anak yatim yang membutuhkan bantuan biaya hidup dan pendidikan.
Pilar utama operasional lembaga ini terletak pada tiga "Rumah Sanggar" yang tersebar di wilayah strategis, yakni di Tembung (Jalan Bersama), Medan Labuhan, dan Ladang Bambu di Medan Tuntungan. Saat ini, terdapat sekitar 80 anak yatim dan piatu yang menjadi binaan tetap. Berbeda dengan asrama penuh, sanggar ini berfungsi sebagai pusat kegiatan belajar di mana anak-anak tetap tinggal bersama ibu mereka, namun mendapatkan fasilitas pendidikan agama yang intensif dari lembaga.
Di dalam sanggar-sanggar tersebut, anak-anak binaan dibekali dengan berbagai ilmu ibadah, mulai dari mengaji, tata cara salat, hingga pendalaman baca tulis Al-Qur'an. Lembaga Ayah Yatim Indonesia juga menyediakan tenaga pengajar atau ustadz yang kompeten untuk membimbing mereka setiap harinya. Selain fokus pada anak-anak, lembaga ini juga menjalin kedekatan dengan majelis taklim serta perwiritan ibu-ibu dan bapak-bapak di berbagai wilayah.
Salah satu program unggulan yang menjadi motor penggerak donasi adalah gerakan "Sedekah Subuh". Melky menjelaskan bahwa program ini terinspirasi dari keutamaan bersedekah di waktu subuh yang diyakini memiliki pahala berlipat ganda dan disaksikan langsung oleh malaikat. Donasi ini dikumpulkan melalui kaleng-kaleng infak yang diletakkan di rumah donatur maupun instansi swasta, yang kemudian dijemput secara rutin oleh petugas setiap bulannya.
Sistem penjemputan donasi dilakukan secara terorganisir berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan. Setiap bulan, petugas Zisko akan mendatangi para donatur pada tanggal yang sama, seperti kunjungan rutin ke RRI maupun majelis taklim di daerah Pancur Batu dan sekitarnya. Melalui kedisiplinan jadwal ini, transparansi dan keberlanjutan aliran donasi tetap terjaga demi memastikan kebutuhan anak binaan terpenuhi setiap bulan.
Penyaluran bantuan dilakukan dalam dua skema, yakni penyaluran rutin bulanan dan penyaluran besar yang diadakan dua kali setahun, tepatnya pada bulan Muharram dan bulan Ramadan. Dalam pelaksanaannya, Lembaga Ayah Yatim Indonesia juga kerap bersinergi dengan lembaga pendidikan lain, seperti kerja sama yang baru-baru ini terjalin dengan sekolah Al-Azhar As-Sharif untuk memperluas jangkauan manfaat bagi anak-anak yatim.
Hingga saat ini, cakupan wilayah operasional lembaga masih berfokus di seputaran Kota Medan dan Deli Serdang, meliputi Medan Labuhan, Tembung, Bandar Kalipa, Bandar Setia, hingga Setiabudi. Dengan semangat pengabdian, Lembaga Ayah Yatim Indonesia berharap dapat terus memperluas jangkauan kedermawanan masyarakat untuk mencetak generasi yatim yang berakhlak mulia dan berpendidikan layak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....