Sumatera Utara Tunjukkan Pertumbuhan, Pemerataan dan SDM di Usia ke-78

  • 15 Apr 2026 13:05 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Memasuki usia ke-78, Provinsi Sumatera Utara dinilai telah menunjukkan perkembangan ekonomi yang cukup baik, meskipun masih dihadapkan pada sejumlah tantangan mendasar, terutama terkait pemerataan dan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Dalam dialog Aspirasi Sumut di Programa 1 RRI Medan FM 94,3 MHz, Rabu ( 15/4/2026 ) pagi, Ekonom Universitas Sumatera Utara, Wahyu Ario Pramono, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah selama ini ditopang oleh sektor perkebunan, perdagangan, dan jasa. Komoditas seperti kelapa sawit dan karet masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Namun, menurut Wahyu, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya merata. Ketimpangan ekonomi antarwilayah, khususnya antara daerah perkotaan dan pedesaan, masih menjadi persoalan yang perlu segera diatasi.

“Pertumbuhan ekonomi memang ada, tetapi distribusinya belum merata. Ini yang harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM sebagai kunci daya saing daerah. Investasi pada sektor pendidikan dan pelatihan dinilai penting untuk mendorong peningkatan kapasitas tenaga kerja.

Selain itu, Wahyu juga mendorong percepatan transformasi ekonomi melalui digitalisasi, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu memperluas pasar serta meningkatkan produktivitas.

“Inovasi juga menjadi faktor penting dalam menghadapi persaingan global. Sumatera Utara perlu mengembangkan potensi lokal secara kreatif dan berbasis teknologi,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, ia berharap adanya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara, Salman Alfarisi yang juga menjadi narasumber Aspirasi Sumut, menegaskan pentingnya pembangunan yang merata dan berkeadilan. Ia menyebut DPRD memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan pemerintah daerah benar-benar berpihak kepada masyarakat.

Menurutnya, fungsi pengawasan dan penganggaran harus dijalankan secara optimal agar pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kita ingin pembangunan di Sumatera Utara tidak hanya maju secara angka, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.

Salman menambahkan, peningkatan kesejahteraan masyarakat harus difokuskan pada sektor-sektor dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif, akademisi, dan masyarakat.

Selain itu, perhatian terhadap generasi muda dinilai penting sebagai investasi masa depan daerah. Pemberdayaan pemuda melalui pendidikan, pelatihan, dan penciptaan lapangan kerja harus menjadi prioritas.

Di tengah perkembangan teknologi, ia juga mendorong pemanfaatan digitalisasi dalam pelayanan publik guna menciptakan sistem yang lebih transparan, efisien, dan mudah diakses masyarakat.

Melalui momentum 78 tahun ini, berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan Sumatera Utara yang lebih maju, merata, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....