Menjaga Istiqomah di tengah Badai Fitnah Akhir Zaman
- 10 Apr 2026 11:43 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Dalam kajian Mutiara Sore yang disiarkan setiap sore di Programa 4 RRI Medan FM 88,4 MHz pukul 17.30 – 18.00 wib diisi narasumber Ustadzah Dewi Anggraini, S.Ag,. M.A, ( Pokjaluh Kemenag Kota Medan ) Jumat ( 10/4/2026 ), disampaikan materi mengenai tantangan umat Muslim dalam mempertahankan keistiqomahan ibadah dan akhlak di tengah derasnya arus zaman yang semakin banyak godaan.Ustadzah membuka kajian dengan mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Mursalat ayat 30: Artinya: "Sesungguhnya Tuhan kamu adalah Allah, kemudian mereka berkata: “ Tetaplah kamu atas kebenaran' (atau: 'Beristiqomahlah kamu')."
Lebih lanjut Ustadzah Dewi menjelaskan bahwa saat ini kita hidup di masa yang penuh kerancuan antara hak dan kewajiban. Ada tiga jenis fitnah utama yang harus diwaspadai diantaranya adalah fitnah syubhat yaitu munculnya keraguan terhadap agama, tren yang menghalalkan segala cara, serta pemikiran liberal yang mengacaukan pemahaman keagamaan. Kemudian fitnah syahwat yaitu gangguan yang menguras waktu dan ketenangan hati, salah satunya adalah ketergantungan terhadap gawai atau gadget. Terakhir yaitu fitnah perpecahan yaitu praktik adu domba yang marak terjadi di media sosial yang memecah belah persaudaraan sesama Muslim.
“ Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa akan datang suatu zaman di mana orang yang berpegang teguh pada agamanya ibarat "memegang bara api". Saat melepaskannya terasa sakit, namun saat menggenggamnya pun terasa panas. Itulah gambaran beratnya menjaga iman saat ini, “ jelas Ustadzah Dewi.
Ada beberapa alasan mengapa konsisten dalam kebaikan terasa sulit dilakukan diantaranya yaitu arus mayoritas dengan melakukan hal yang benar seringkali membuat kita merasa asing atau berbeda dari lingkungan sekitar. Godaan instan misalnya dunia menawarkan kenikmatan sesaat yang cepat didapat, berbeda dengan pahala akhirat yang bersifat abstrak dan datang kemudian. Lingkungan yang lemah kurangnya dukungan sosial yang mengajak pada kebaikan justru sering menjadi penghambat utama.
Lebih lanjut Ustadzah Dewi mengatakan bahwa tetap teguh di jalan yang benar, ada tiga kunci utama yang harus diterapkan untuk memperkokoh Ilmu Syari'at: Dengan ilmu yang benar, kita tidak akan mudah terbawa arus tren atau pemahaman yang keliru. Perbanyak doa karena doa adalah senjata paling utama bagi orang beriman agar diberikan kekuatan dan keteguhan hati oleh Allah SWT. Memilih teman yang baik dengan cara bergaul dengan orang-orang yang senantiasa mengingatkan kepada kebaikan dan takut kepada Allah.
Diakhir tausiahnya Ustdzah Dewi mengatakan bahwa istiqomah bukan berarti menjadi manusia yang sempurna dan tidak pernah berbuat dosa. Istiqomah adalah tentang kemauan untuk bangkit kembali setiap kali terjatuh, dan terus berjalan di jalan Allah meski harus merangkak. Ingatlah bahwa dunia ini hanya tempat singgah. Jangan korbankan keabadian akhirat hanya demi mencari validasi manusia atau kesenangan sesaat di media sosial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....