Kebijakan WFH dan Beragam Opini Publik di Baliknya

  • 06 Apr 2026 10:25 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Kebijakan Work From Home (WFH) kembali menjadi sorotan publik seiring meningkatnya kebutuhan fleksibilitas kerja di era digital. Meski dianggap sebagai solusi modern yang memberikan kenyamanan, kebijakan ini ternyata memunculkan beragam opini dari masyarakat.

Sebagian pekerja menyambut positif WFH karena dinilai mampu meningkatkan keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi. Tanpa harus menghadapi kemacetan dan tekanan perjalanan harian, produktivitas justru meningkat. “Saya bisa lebih fokus bekerja dan punya waktu lebih banyak untuk keluarga,” ujar salah satu karyawan swasta.

Namun, tidak sedikit pula yang merasa WFH membawa tantangan tersendiri. Keterbatasan interaksi sosial, gangguan di rumah, hingga sulitnya memisahkan waktu kerja dan waktu istirahat menjadi keluhan utama. Bagi sebagian orang, lingkungan kantor tetap dianggap lebih kondusif untuk bekerja secara optimal.

" WFH tergantung pekerjaan nya ,misal jualan online sangat tepat tapi kantoran menurut saya tidak cocok , menurut saya di Indonesia saat ini masih aman saja ,kalau bisa tidak wfh kenapa harus wfh", ujar Ayu di Maluku Utara pada acara Markobar,Kamis (02/04/2026 ).

Warga lainnya Chintya di Mabar berpendapat tidak setuju dengan kebujakan wfh, " tidak setuju wfh ,karena mengandalkan koneksi internet ,kalau jaringan bermasalah pekerjaan kita juga terkendala",ucapnya.

Di sisi lain, pelaku usaha dan manajemen perusahaan juga memiliki pandangan beragam. Ada yang menilai WFH dapat mengurangi biaya operasional, seperti listrik dan fasilitas kantor. Tetapi, ada pula kekhawatiran terkait pengawasan kinerja karyawan dan efektivitas kolaborasi tim.

Dengan beragamnya opini yang muncul, banyak pihak mulai mendorong penerapan sistem kerja hibrida sebagai jalan tengah. Kombinasi antara kerja dari rumah dan kantor dinilai mampu mengakomodasi kebutuhan fleksibilitas sekaligus menjaga produktivitas.

Kebijakan WFH pada akhirnya bukan sekadar soal lokasi bekerja, melainkan bagaimana menciptakan sistem kerja yang adaptif, efektif, dan berkelanjutan di tengah perubahan zaman.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....