Idulfitri Momentum Saling Memaafkan antar Sesama
- 29 Mar 2026 17:31 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Idulfitri adalah momen istimewa untuk kembali ke fitrah dengan menyatukan hati, membuang dendam dan mempererat tali silaturahmi. Memaafkan dengan tulus adalah wujud ke ikhlasan untuk membuka lembaran baru yang lebih bersih dan penuh berkah.
Idulfitri bukan sekedar perayaan, tapi momen untuk kembali ke hati yang suci, dengan menjalin hubungan yang baik dan harmonis dengan sesama.
Dalam kajian Mutiara Pagi Ustadz Mhd. Fadhli Sudiro, MSQ mengatakan, satu bulan penuh, ibadah puasa ramadan yang dilaksanakan dengan penuh keyakinan oleh setiap umat muslim, alangkah mulianya, pada idul fitri ini dengan berlapang dada, saling memaafkan diantara sesama, saling silaturahmi.
"Jadi bagaimana kita telah diajari Allah untuk melembutkan hati, menjadi pribadi-pribafi pemaaf, selama sebulan itu, ya Allah engkau maha pemaaf, maka maafkanlah aku selaku hambamu, lembutkan hati, pucak idul fitri satukan hati," kata ustadz.
Jika tidak ada saling memaafkan sebut Ustadz, puasa yang kita laksanakan satu bulan itu, tidak ada artinya.
Program Mutiara pagi yang disiarkan Pro 1 RRI Medan, dari pukul 05.30 s.d 05.50 WIB memilih judul: Motivasi satukan hati, saling memaafkan di hari yang fitri. Dari pendengar Amel di Binjay bertanya, dihari lebaran kita saling maaf maafan, bagaimana Ustadz, kalau kita tidak meminta maaf dengan diri sendiri.
Jawab Ustadz, disaat salat kita selalu berdo'a kepada Allah, karena di dalam setiap ibadah, kita diajarkan berdo'a untuk diri sendiri, dan sahabat rasul, Umar bin Khatab mengatakan, tidak ada kezaliman yang lebih besar di dunia ini, kecuali kezaliman terhadap diriku sendiri. Jelas Ustad Mhd. Fadhli Sudiro, MSQ, saling memaafkan itu, apalagi di bulan yang fitrah ini, akan menyehatkan badan, serta memudahkan kita masuk ke dalam surga dan dijauhkan dari api neraka.
Ustadz menjelaskan, satu riwayat Rasulullah Muhammad SAW, orang yang akan bebas dari api neraka, salah satu kriteria orang yang memudahkan sesuatu, lembut hatinya, lembut lisannya.
"Orang memudahkan orang lain, lembut hatinya, lembut lisannya dengan orang lain, inilah yang tergolong orang-orang yang tidak tersentuh api neraka," ujar Ustadz.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....