Syawal Jadi Momentum Penguatan Iman dan Silaturahim
- 28 Mar 2026 20:57 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Bulan Syawal dimaknai sebagai waktu untuk meningkatkan kualitas keimanan sekaligus mempererat hubungan sosial melalui silaturahim. Hal tersebut disampaikan oleh Ustadz Muhammad Junaidi dalam acara Religius Time Islam di PRO 2 RRI Medan, Jumat, 27 Maret 2026.
Ustadz Junaidi menjelaskan bahwa Syawal bukan sekadar penanda berakhirnya Ramadan, melainkan awal dari peningkatan amal ibadah yang telah dilatih selama sebulan penuh.
“Syawal itu artinya peningkatan. Bukan hanya sekali meningkat, tetapi meningkat terus-menerus dalam berbagai aspek kebaikan,” ujar Junaidi.
Ia menekankan bahwa amalan yang telah dilakukan selama Ramadan, seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, hingga menjalankan salat sunnah, seharusnya tetap dijaga bahkan ditingkatkan di bulan Syawal.
“Kalau di Ramadan kita bisa tadarus satu juz sehari, maka di Syawal minimal kita tetap membaca Al-Qur’an beserta terjemahannya. Artinya, amalan itu tidak berhenti, tapi terus berlanjut,” kata Junaidi.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tujuan utama dari ibadah puasa adalah mencapai derajat takwa, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an. Oleh karena itu, setiap individu perlu melakukan evaluasi diri terhadap kualitas ibadah yang telah dijalani.
| Baca juga: Perjalanan Nabi Nuh Berdakwah |
“Apakah kita sudah mencapai derajat takwa? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Pasti masih ada yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan,” ucap Junaidi.
Selain aspek spiritual, Syawal juga identik dengan tradisi silaturahim yang memiliki makna mendalam dalam kehidupan sosial. Menurutnya, silaturahim bukan sekadar pertemuan fisik, melainkan jalinan komunikasi yang dilandasi kasih sayang.
“Silaturahim itu adalah interaksi yang disertai dengan rasa kasih sayang. Bukan hanya sekadar bertemu, tapi bagaimana kita menghadirkan ketulusan dalam setiap komunikasi,” kata Junaidi.
Ia juga mengibaratkan hubungan manusia dengan Allah melalui salat sebagai bentuk komunikasi yang harus dijaga kualitasnya, sama halnya dengan komunikasi antar sesama manusia dalam silaturahim.
“Kalau kita serius saat berkomunikasi dengan manusia, seharusnya lebih serius lagi saat berkomunikasi dengan Allah. Begitu juga dalam silaturahim, harus ada ketulusan dan kepedulian,” tambahnya.
Ustadz Junaidi mengajak masyarakat untuk menjadikan Syawal sebagai titik awal perubahan yang berkelanjutan, baik dalam hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....