Pesantren Mendidik Karakter Santri
- 20 Mar 2026 15:58 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan- Pesantren dan ibadah puasa merupakan dua entitas yang saling melengkapi dalam membentuk manusia seutuhnya. Pesantren berperan sebagai lembaga pendidikan karakter atau disebut kawahcandra dimuka, sementara puasa menjadi metode gemblengan diri untuk melahirkan pemimpin bangsa yang berintegritas, berakhlak dan tangguh.
Dalam kajian Mutiara Ramadan, Pro 1 RRI Medan, edisi Sabtu, 14 Maret 2026, Ustadz Dr. Anwar Tarmizi, M.Pd menerangkan, dua entitas pesantren dan ibadah puasa, saling berkaitan yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat, terutama bagi ulil amri atau yang menjadi pemimpin dalam mengorganisir pekerjaannya di suatu tempat dan atau lembaga.
| Baca juga: Budaya Puasa Santri di Pondok Pesantren |
Dikatakan, seorang pemimpin harus mampu mensejahterakan rakyatnya, memakmukan sertar menjadi suri teladan bagi masyarakatnya.
Salah-satu doa yang dijabah oleh Allah SWT sebut Ustadz, selain doa orang yang terzalimi dan doa orang yang berpuasa sampai tiba saat berbuka, adalah doa dari pemimpin yang selalu berbuat baik, adil dan bijaksana serta membanggakan bagi masyarakatnya.
"Bahwa sesungguhnya doa mereka yang dijabah oleh Allah diantaranya doa pemimpin yang adil,"sebutnya.
Ustadz juga mengungkapkan, di dalam Alquran surah An- nisa ayat 59 menerangkan, bahwa memerintahkan umat beriman untuk taat kepada Allah SWT, Rasulullah SWT dan atau ketaatan bersyarat kepada pemimpin selama tidak bermaksiat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....