Menjelang Lebaran, Walikota Tanjungbalai Monitoring ke sejumlah Pasar

  • 17 Mar 2026 14:55 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Tanjungbalai - Menjelang Hari Raya Idulfitri, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim melakukan monitoring ke sejumlah pasar. Hal itu guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok di Kota Tanjungbalai.

Didampingi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), walikota mengatakan tim pengendali inflasi daerah telah dibentuk. Tim yang terdiri dari berbagai unsur, seperti OPD terkait, Kejaksaan, kepolisian, TNI AD, serta BPOM, turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh.

“Kami hari ini bersama tim pengendali inflasi daerah turun langsung untuk memastikan beberapa hal, di antaranya ketersediaan bahan pokok, kondisi harga, serta daya beli masyarakat menjelang Lebaran,” ujar Mahyaruddin Salim.

Dari hasil pemantauan, ketersediaan bahan pangan di pasar-pasar terpantau dalam kondisi cukup. Sementara, harga-harga kebutuhan pokok relatif stabil meskipun terdapat fluktuasi pada beberapa komoditas.

“Untuk harga, ada yang mengalami kenaikan, ada juga yang tetap stabil. Seperti telur ayam, gula pasir, beras, bawang, serta cabai, baik cabai merah, cabai Berastagi maupun cabai lokal, secara umum masih dalam kondisi stabil,” ucapnya.

Wali Kota Tanjungbalai menyoroti adanya penurunan daya beli masyarakat yang dikeluhkan oleh sejumlah pedagang. Kondisi ini dinilai berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Biasanya menjelang H-3 Lebaran, daya beli masyarakat meningkat karena sebagian besar sudah menerima THR. Tapi saat ini, beberapa pedagang mengeluhkan pembeli yang masih sepi,” katanya.

Meski begitu, pihaknya memperkirakan daya beli masyarakat akan meningkat dalam beberapa hari ke depan seiring dengan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR).

Selain memantau harga dan ketersediaan bahan pokok, rombongan juga meninjau ketertiban aktivitas pedagang di pasar. Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim juga mengimbau agar pedagang tidak menggunakan badan jalan untuk berjualan demi menjaga kelancaran arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat.

“Kami tidak melarang berjualan, namun diharapkan menggunakan tempat yang telah disediakan dan tidak mengganggu fasilitas umum,” ujarnya.

Dalam monitoring tersebut, tim juga mengunjungi Pasar Bengawan dan sejumlah grosir bersama BPOM. Dari hasil pengecekan, ditemukan beberapa produk makanan yang tidak memiliki izin edar serta telah melewati masa kedaluwarsa.

Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pendataan dan pembuatan berita acara oleh BPOM. Produk tanpa izin edar maupun yang sudah kedaluwarsa diminta untuk tidak lagi diperjualbelikan.

“Kami sudah mengimbau para pedagang dan pengusaha agar lebih memperhatikan kelayakan produk yang dijual, terutama terkait izin edar dan masa berlaku,” ucap Kepala BPOM.

Secara keseluruhan, pemerintah memastikan bahwa kondisi pasar di Tanjungbalai menjelang Idul Fitri berada dalam situasi aman dan terkendali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....