Mahabbah Hamba Kepada Rabb dalam Puasa
- 14 Mar 2026 16:47 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Mahabbah Hamba kepada Rabb dalam puasa adalah inti dari ibadah ramadan. Mahabbah atau cinta hamba kepada Allah tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah bentuk kerinduan, ketaatan dan kejujuran tertinggi seseorang hamba kepada Allah. Puasa menjadi ibadah rahasia yang intim antara hamba dan penciptanya.
Puasa adalah bentuk ketulusan tertinggi, karena seseorang boleh saja makan atau minum secara sembunyi-sembunyi tanpa diketahui orang lain, namun ia menahannya, karena cinta dan rasa takut hanya kepada Allah.
Dalam hadist qudsi disebutkan, puasa itu untukku, dan aku sendiri yang akan membalasnya. Hal ini dikatakan Ustadz Dr. Rudiawan Sitorus, M. Phil dalam kajian Mutiara Ramadan melalui Pro 1 RRI Medan, Rabu (11/3/2026)
"Puasa itu untukku kata Allah, untuk Allah, dan aku yang akan membalasnya, semua amal ibadah di bulan suci ramadan itu hak prerogatif Allah SWT, semua dosa kita dihapus,"kata Ustadz.
Ustadz mengatakan keistimewaan ramadan adalah pengampunan dosa terdahulu bagi yang menjalaninya dengan iman, pahala ibadah yang dilipatgandakan serta adanya malam lailatulqadar yang lebih baik dari seribu bulan. Terang Ustadz, selain itu pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, setan dibelenggu, dan terdapat pinta surga khusus bagi orang yang berpuasa dengan sungguh-sungguh.
Puasa yang didasari cinta atau Mahabbah adalah mendidik jiwa menjadi lebih tenang, sabar dan disiplin yang pada akhirnya mengantarkan hamba kepada derajat ketaqwaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....