Motivasi Puasa sebagai jalan Cinta menujuAllah

  • 11 Mar 2026 15:23 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan- Puasa dalam islam bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan suatu bentuk ibadah yang mendalam antara hamba dan Sang Pencipta. Motivasi puasa sebagai jalan cinta menuju Allah berakar pada keinginan untuk meraih ridaNya melalui penyucian jiwa dan pengorbanan keinginan nafsu.

Bukti ketaatan dalam berpuasa, dimana seseorang hamba meninggalkan hal-hal yang halal makan dan minum semata-mata karena mematuhi perintah Allah. Puasa melatih manusia untuk mengalahkan nafsu dan keinginan pribadinya demi meraih rida Allah. Dengan menahan diri, seseorang menyadari bahwa akan memprioritaskan keridaan Allah diatas kepuasan jasmaninya. Hal ini sebagaimana di ungkapkan Ustadz H. Muhammad Fadhli Sudiro, MSQ dalam program siaran acara Mutiara Ramadan, edisi Kamis, 5 Maret 2026.

"Puasa mengajari bagaimana makan yang sifatnya rohani, bagaimana kita atas cinta Allah dari sejak masa imsak sampai berbuka puasa ada lebih kurang 12 jam berpuasa. Puasa menjadi jalan cinta kepada Allah,"ungkap Ustadz.

Puasa sesungguhnya sebagai jalan yang diberikan Allah sebagai kasih sayangNya, mendidik manusia, agar batinnya penuh cinta dan terhindar dari kerusakan akal serta raga akibat nafsu.

Puasa raga bukan sekadar menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga maghrib sebut Ustadz Fadhli Sudiro, melainkan perjalanan spiritual untuk melatih kesabaran, disiplin, empati, serta menahan diri demi hawa nafsu, lisan dan prilaku buruk.

Rekomendasi Berita