Siswa MAN 2 Tapanuli Tengah Gelar Doa Bersama Demi Kelulusan SNBP dan SPAN-PTKIN
- 08 Mar 2026 01:20 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Suasana khusyuk menyelimuti lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tapanuli Tengah saat ratusan siswa kelas XII, XI, dan X berkumpul untuk melaksanakan kegiatan keagamaan bertajuk "Ikhtiar Spiritual: Mengetuk Pintu Langit", Jumat 6 Maret 2026. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk penyerahan diri secara total kepada Allah SWT setelah menempuh berbagai persiapan akademik.
Fokus utama dari doa bersama ini adalah memohon kelancaran dan kelulusan dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Serta Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) tahun 2026.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Tasbih berjamaah. Ibadah sunnah ini dipilih sebagai sarana untuk menyucikan jiwa dan memohon ampunan, dengan harapan segala hambatan yang bersifat spiritual dapat terangkat.
Suara tasbih yang bergema di dalam masjid menciptakan atmosfer emosional. Para siswa tampak larut dalam kekhusyukan, menyadari bahwa di balik kerja keras belajar, ada kekuatan doa yang menjadi penentu akhir dari setiap perjuangan. Setelah salat Tasbih, acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan zikir bersama.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan mentalitas siswa agar tidak hanya bergantung pada kecerdasan intelektual semata.
Kepala MAN 2 Tapanuli Tengah Muhammad Lufti Siambaton mengatakan, melalui zikir dan tahlil, para siswa diajak untuk menata niat kembali. Memastikan bahwa tujuan mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi adalah untuk ibadah dan pengabdian kepada masyarakat serta agama di masa depan.
"Sebagai guru, kami telah mendampingi mereka dari sisi teknis, mulai dari pemilihan jurusan di SNBP hingga pengunggahan berkas di SPAN-PTKIN. Namun, ada satu variabel yang di luar kendali manusia, yaitu ketetapan Allah.l," ucapnya.
"Salat Tasbih dan tahlil ini adalah 'senjata' terakhir kami. Kami ingin mereka merasa tenang dan tidak cemas berlebihan. Dengan menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan, mereka akan lebih siap menerima takdir terbaik, baik itu di PTN umum maupun PTKIN," ujarnya.
Puncak acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh guru pembimbing Kurnia Hafiz. Ia memohon agar kerja keras selama tiga tahun di madrasah membuahkan hasil berupa kursi di universitas impian. Pihak sekolah menekankan sinergi antara ikhtiar lahiriah (belajar dan bimbingan konseling) serta ikhtiar batiniah (doa dan ibadah) adalah kunci utama bagi seorang mukmin dalam meraih cita-cita yang berkah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....