Ta'arif Berpuasa
- 06 Mar 2026 17:48 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan-Ramadan adalah bulan ke sembilan dalam kalender hijriah dan merupakan bulan paling suci dalam agama islam. Ramadan berasal dati akar kata arab "ar-ramad, berarti panas terik yang menggambarkan bulan ini dosa-dosa hangus terbakar oleh amal ibadah.
Ramadan adalah momentum penghapusan dosa-dosa masa lalu bagi yang berpuasa dengan tulus atau berdasarkan keimanan dan mengharapkan ridho dan pahala Allah semata bukan karena riya.
| Baca juga: Keistimewaan Berpuasa |
Ustadz Syihabudin Jalil, S.Pdi mengatakan bulan ramadan, bulan yang didambakan oleh orang beriman, karena merupakan momen istimewa penuh keberkahan, ampunan dan pelipatgandaan pahala surga dibuka.
Salah-satu arti dari ramadan sebut Ustadz Syihabudin Jalil, S.Pdi dalam program siaran Mutiara Ramadan Pro 1 RRI Medan, adalah ramdak atau ramadh artinya panas yang membakar, ibarat besi yang tertanam itu akan berkarat dan harus dibersihkan karat tersebut dengan mengembalikan cara dibakar, maka akan bersih.
| Baca juga: Budaya Puasa Santri di Pondok Pesantren |
"Apa fungsi panas itu, salah-satu diantara fungsi adalah mengembalikan sesuatu ke asal kejadiannya, besi yang tertanam di dalam tanah itu menjadi berkarat, lalu bagaimana mengembalikan besi tersebut, dibakarnya sampai memerah, lalu dihentakkan besi itu, bergugurlah karat-karat itu," kata Istadz.
Dengan menunaikan ibadah puasa yang sungguh-sungguh ungkap Ustadz, akan dihapuskan dosa-dosa yang telah lalu, sehingga akan menjadikan bersih kembali. Dari 12 bulan tersedia dalam satu tahun terang Ustadz, hanya satu bulan yang dimuliakan Allah SWT untuk melaksanakan rukun islam ke tiga itu.
Bulan suci Ramadan yang disebut engan bulan penuh berkah, pengampunan dan pembebasan dari api neraka tambah Ustadz, kesempatan yang diberikan dalam berpuasa, agar sungguh-sungguh serta yakin mengerjakannya, sehingga akan kita raih kemenangan menjadi yang yang bertaqwa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....