Pemko Tanjungbalai Tertibkan Pedagang, Targetkan Ekonomi Tumbuh
- 03 Mar 2026 06:29 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Tanjungbalai - Pemerintah Kota Tanjungbalai menegaskan komitmennya untuk menata kawasan kota secara menyeluruh, khususnya di sekitar area Cagar Budaya Istana II yang dinilai saat ini masih terlihat kumuh dan semrawut.
Walikota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim B menyampaikan, penataan dilakukan secara bertahap, seiring dengan proses relokasi pedagang agar berjalan sukses dan tuntas.
“Tadi sudah saya sampaikan, Pak Wakil juga mendengar langsung. Supaya setelah relokasi sukses dan berjalan baik, kawasan ini kita rapikan. Di sebelah kiri ini ada Cagar Budaya Istana II yang memang tidak boleh kondisinya seperti sekarang, terlihat kumuh dan semrawut,” ujar walikota.
Menurutnya, bangunan-bangunan yang dinilai tidak sesuai dan mengganggu estetika kawasan akan dirapikan. Pemerintah telah menginventarisasi seluruh persoalan di lapangan dan berkomitmen menyelesaikannya satu per satu dalam lima tahun ke depan hingga 2030.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif mendukung program penataan tersebut.
“Kalau kondisi seperti ini kita biarkan terus, bagaimana Tanjungbalai ini ke depan? Dengan penertiban ini kita ingin menjawab seluruh persoalan yang sudah kita data. Tapi ini perlu kerja sama. Pemerintah menjaga dan melindungi, masyarakat juga harus membantu pemerintah,” ucapnya.
| Baca juga: Polres Tanjungbalai Siap Sinergi Bangun Kota |
Selain itu, Walikota Tanjungbalai meminta para pedagang yang nantinya menempati lokasi baru agar saling menjaga ketertiban dan keamanan, sehingga suasana tetap kondusif. Ia juga mengajak asosiasi pedagang seperti PAPERA untuk ikut berperan memberikan edukasi serta membantu menjaga ketertiban di lapangan.
“Pokoknya masyarakat Tanjungbalai kita lindungi dan jaga. Tapi harus ada feedback balik, membantu pemerintah. Ini pekerjaan mulia untuk menata kota supaya Tanjungbalai jauh lebih baik ke depan,” katanya.
Pemerintah berharap dengan adanya lokasi baru yang lebih tertata, kondisi kawasan akan berubah signifikan dan berdampak pada peningkatan perputaran ekonomi masyarakat.
Walikota menyebutkan, tren pertumbuhan ekonomi menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Angka kemiskinan pada 2024 tercatat sekitar 11,97 persen, kemudian menurun pada 2025 menjadi sekitar 10 persen lebih. Pada 2026, pemerintah menargetkan kondisi yang lebih baik lagi, seiring dengan penataan kota dan penguatan sektor ekonomi rakyat.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah fasilitas yang perlu dibenahi, seperti sarana parkir yang akan menjadi perhatian dalam proses penataan ke depan.
Dengan langkah penertiban dan penataan ini, Pemerintah Kota Tanjungbalai optimistis wajah kota akan semakin tertib, nyaman, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....