Ramadan Berwawasan Ekoteologi MIN 1 Dairi Tanam Sawi dan Bayam, Perkuat Spirit

  • 01 Mar 2026 12:43 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Semangat Ramadan 1447 H di MIN 1 Dairi tidak hanya diwujudkan melalui peningkatan ibadah dan pembinaan spiritual, tetapi juga melalui gerakan nyata kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama ini menggalakkan program ekoteologi dengan menanam bibit sawi dan bayam di lahan belakang pekarangan madrasah. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk implementasi nilai-nilai keislaman yang menekankan tanggung jawab manusia sebagai khalifah fil ardhi (pemelihara bumi), sekaligus memperkuat pendidikan karakter berbasis lingkungan di kalangan peserta didik.

Program penanaman ini dilaksanakan oleh penanggung jawab bidang taman dan ekoteologi madrasah yang menerima amanah langsung dari Kepala MIN 1 Dairi, Sumarto AF Sitanggang, Sabtu 28 Februari 2026.

Kepala MIN 1 Dairi, Sumarto AF Sitanggang mengatakan, kegiatan tersebut melibatkan unsur guru dan peserta didik secara bertahap sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual di bulan suci Ramadan.

Melalui penanaman bibit sawi dan bayam, madrasah tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan lahan, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis yang terintegrasi dengan nilai ibadah, kesederhanaan, serta rasa syukur atas nikmat alam yang Allah SWT anugerahkan," ucapnya.

Sumarto menambahkan secara substansi, gerakan ekoteologi ini merupakan langkah strategis dalam menghubungkan ajaran agama dengan praktik pelestarian lingkungan. Konsep ekoteologi memandang bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari ketaatan spiritual," ujarnya.

Oleh karena itu, momentum Ramadan dimaknai sebagai waktu yang tepat untuk menanamkan nilai pengendalian diri, kepedulian sosial, dan tanggung jawab ekologis secara simultan. Penanaman sayuran yang bernilai gizi ini juga diharapkan dapat menjadi media edukatif tentang ketahanan pangan sederhana berbasis madrasah.

Sumarto AF Sitanggang menegaskan bahwa madrasah harus menjadi pusat pembentukan karakter yang utuh, mencakup dimensi spiritual, intelektual, dan ekologis. Menurutnya, gerakan ini bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan bagian dari visi madrasah dalam membangun generasi yang beriman, berilmu, dan berwawasan lingkungan.

Ia menyampaikan bahwa Ramadan adalah momentum terbaik untuk menanam nilai-nilai kebaikan yang berdampak jangka panjang, termasuk kepedulian terhadap bumi sebagai amanah Allah SWT.

Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh pengalaman langsung tentang proses menanam, merawat, hingga memanen hasil tanaman. Proses tersebut mengajarkan ketekunan, tanggung jawab, kerja sama, serta kesabaran nilai-nilai yang selaras dengan pendidikan karakter dalam Kurikulum Merdeka dan penguatan Profil Pelajar Pancasila serta Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wahana pembelajaran integratif yang mengaitkan ilmu pengetahuan alam, pendidikan agama Islam, serta praktik kehidupan sehari-hari.

Dengan terlaksananya program ini, MIN 1 Dairi kembali menunjukkan komitmennya sebagai madrasah inovatif yang adaptif terhadap isu-isu global, termasuk pelestarian lingkungan.

Dikatakan gerakan ekoteologi di bulan Ramadan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya untuk menghadirkan pembelajaran bermakna yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga membangun kesadaran spiritual dan ekologis secara berkelanjutan.

Langkah kecil melalui penanaman bibit sawi dan bayam ini menjadi simbol kontribusi nyata madrasah dalam mewujudkan generasi emas yang berkarakter, peduli, dan bertanggung jawab terhadap masa depan bumi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....