Karyawan dan Penggarap Bentrok di Perkebunan Kelapa Sawit

  • 28 Feb 2026 13:31 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Kisaran - Karyawan kebun PT BSP Kisaran saling bentrok dengan kelompok masyarakat penggarap di perkebunan milik PT BSP Kuala Piasa, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara pada Kamis, 26 Februari 2026.

Kericuhan terjadi disebabkan, karyawan perkebunan PT BSP Kisaran yang hendak mengamankan buah kelapa sawit yang dicuri oleh kelompok penggarap di area perkebunan. Dari kejadian itu, empat orang karyawan kebun mengalami luka-luka dan telah dirawat di rumah sakit.

Tampak dalam video, suasana ketegangan terjadi saat sejumlah karyawan kebun mencoba menghalangi aksi pencurian yang dilakukan oleh penggarap yang memanen buah kelapa sawit di area perkebunan Kuala Piasa milik PT BSP Kisaran.

Cekcok adu mulut pun terjadi hingga keributan berujung penganiayaan sejumlah massa penggarap terhadap petugas keamanan dan karyawan perkebunan tak terhindarkan. Sebab, massa penggarap mempertahankan buah kelapa sawit yang mereka curi di area perkebunan.

Manager Social Security and Legal PT BSP Kisaran, Yudha Andriko, menjelaskan sejumlah petugas keamanan dan karyawan mengalami kekerasan fisik pukulan hingga membuat terluka.

"Bukan hanya karyawan dan petugas keamanan perkebunan saja yang terkena penganiayaan, hewan pengamanan milik perkebunan tak luput dari sasaran massa penggarap hingga dipukuli dengan kayu," ujar Yudha, Sabtu, 28 Februari.

Dikatakan Yudha Andriko, tanaman buah kelapa sawit ini merupakan milik sah perkebunan PT BSP Kuala Piasa yang berdiri di HGU perusahaan. Bukan milik masyarakat, sebab ini kelapa sawit kita tanam, kita rawat, dan hasilnya kita yang manen bukan massa penggarap.

"Kami telah melaporkan atas kasus kekerasan dan pencurian buah kelapa sawit ke Polres Asahan. Dan berharap para pelaku penggarap yang melakukan penganiayaan segera ditangkap, karena ini sudah sangat meresahkan dan akan melebar nantinya," ujar Yudha.

Atas kejadian penganiayaan tersebut, empat orang karyawan kebun telah dirawat dirumah sakit. Perusahaan berharap para pelaku penganiayaan dapat segera ditangkap dan diproses hukum.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....