Salat Sebagai Komunikasi dengan Khalik

  • 23 Feb 2026 18:23 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan- Salat merupakan tiang agama, dan ibadah yang paling utama dalam ajaran islam. Salat bukan sekedar kewajiban ritual yang dilakukan lima kali dalam sehari, melainkan suatu bentuk komunikasi spiritual antara hamba dan tuhannya.

Melalui salat seseorang muslim meneguhkan kembali hubungan vertikal dengan Allah SWT sekaligus menenangkan jiwanya dari hiruk pikuk dunia.

Dalam kajian Mutiara Pagi Ustadz Imam Rinaldi, S. Pdi mengatakan, salat artinya Addu'a atau Permohonan suatu ibadah yang dimulai dengan Takbirratur ikhram dan di akhiri dengan Salam.

Acara dipandu Salsabila Rania dari pukul: 05.25 s.d 05.50 WIB melalui Pro 1 RRI Medan, Freq. 94,3 Mhz dengan judul: Salat sebagai komunikasi makhluk kepada khalik, edisi Minggu (8/2/2026), turut juga dibuka ruang tanya jawab melalui WA 0811 6169 43.

Dikatakan, salat dimulai dengan Takbiratur ikhram artinya, komunikasi antara manusia dengan Allah atau disebut dengan hubungan vertikal, dan salat di akhiri dengan salam, artinya komunikasi dengan antar sesama.

"Secara rinci atau mendetail salat itu suatu ibadah yang dimulai dengan takbiratur ikhram dan di akhiri dengan salam. Ketika kita salat Allahuakbar, disitulah terjadi komunikasi, interaksi antara manusia dengan Allah disebut dengan hubungan vertikal, tapi salat itu juga ada hubungan antara manusia dengan manusia disebut dengan horizontal, juga hubungan antara manusia dengan tumbuh-tumbuhan, "kata ustadz.

Esensi tujuan utama dari salat sebut Ustadz ada di dalam Surah Al-Angkabut ayat 45 yang artinya, Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu yaitu Al-qur'an, dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.

Sesungguhnya mengingat Allah, salat adalah lebih besar keutamaannya dari ibadah-ibadah lain, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. Ustadz menerangkan, perintah salat yang sangat istimewa melalui peristiwa yang agung dari Allah SWT melalui nabi Muhammad SAW, adalah Israk dan Mikraj.

Ustadz Imam Rinaldi, S.Pdi berharap, apapun yang kita lakukan harus dengan sepenuh hati, sehingga seluruh amal ibadah kita diterima Allah SWT.

Selanjutnya pesan yang dibacakan Salsabila, dari ibu Aslah di Paluhurau, bagaimana Ustadz jika seorang muslim yang sedang mengalami sakit dengan komplikasi, tidak dapat melaksanakan salat, jawab Ustadz, satu sisi sakit adalah penghapus dosa, sisi yang lain salat adalah hukumnya wajib.

"Satu sisi sakit itu adalah penghapus dosa, sisi yang lain salat hukumnya wajib, dalam salat Allah memberikan kita keringanan, artinya ketika kita tidak mampu untuk berdiri, dengan kemudahan yang diberikan kepada kita, salat boleh duduk, tidak bisa duduk, boleh salat dilakukan dengan cara berbaring,"

"Begitu juga bila tidak bisa kena air, boleh dengan tayamum, jika salat tidak bisa secara duduk atau berbaring, maka dibolehkan dengan tayamum dan isyarat mata, " katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....